Viral! Penumpang Whoosh Nekat Tahan Pintu demi Barang Tertinggal, Kereta Telat Berangkat

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Jumat, 10 April 2026 | 15:04 WIB

Gertak.id | Padalarang — Aksi nekat seorang penumpang kereta cepat Whoosh viral di media sosial setelah menahan pintu kereta yang hendak tertutup. Peristiwa ini menuai sorotan luas karena dinilai membahayakan serta merugikan penumpang lain.


Dalam video yang beredar, terlihat seorang penumpang wanita berdiri di ambang pintu sambil menahannya agar tidak tertutup. Ia juga tampak menunjuk ke arah peron, diduga karena barang bawaannya tertinggal.


“Seorang penumpang menahan pintu Whoosh yang akan berangkat karena barang tertinggal,” tulis akun @keretacepat_id dalam unggahannya, dikutip Jumat, 10 April 2026.


Insiden tersebut terjadi di Stasiun Padalarang pada Selasa, 7 April 2026. Kereta yang dijadwalkan berangkat pukul 07.23 WIB terpaksa mengalami keterlambatan dan baru melaju pada pukul 07.25 WIB.


Meski hanya dua menit, keterlambatan itu dinilai berdampak pada ratusan penumpang lain yang mengandalkan ketepatan waktu layanan kereta cepat.


Pihak Whoosh melalui KCIC mengecam tindakan tersebut dan mengingatkan bahwa menahan pintu secara paksa berpotensi merusak sarana kereta.


“KCIC mengecam tindakan tersebut dan mengimbau seluruh penumpang untuk tidak menahan pintu. Hal ini bisa menyebabkan kereta terlambat dan merugikan penumpang lain,” tegasnya.


Selain itu, tindakan tersebut juga berisiko mengganggu sistem operasional kereta cepat yang mengutamakan keselamatan dan presisi waktu.


KCIC menegaskan bahwa penumpang tidak perlu panik apabila barang tertinggal. Sistem Lost and Found telah disediakan, dan setiap barang yang tertinggal akan diamankan oleh petugas di stasiun.


Video tersebut telah ditonton lebih dari 190 ribu kali dan memicu beragam reaksi dari warganet. Banyak yang menilai tindakan tersebut tidak bisa ditoleransi karena menyangkut keselamatan dan kepentingan publik.


Sejumlah warganet bahkan mendorong penerapan sanksi tegas agar kejadian serupa tidak terulang.


“Didenda nggak itu? Kalau enggak, ntar diulang lagi,” tulis akun @ibn******d.


“Kenapa nggak diterapkan sistem denda di tempat? Biar ada efek jera,” komentar akun @mza******a.
“Bisa masuk blacklist dan bayar denda besar. Biar kapok,” tambah akun lainnya.


Hingga kini, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa kedisiplinan penumpang merupakan bagian penting dalam menjaga keselamatan dan kelancaran transportasi publik modern.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X