Pemalang – Semangat untuk terus belajar dan berkembang kembali menyala di kalangan tenaga pendidik. Sebanyak 80 guru dari jenjang SD, SMP, hingga SMA/SMK memadati Gedung PGRI Kabupaten Pemalang. Kamis 9/4/2026 . Dalam kegiatan sosialisasi penerimaan mahasiswa baru (PMB) program pascasarjana Universitas PGRI Semarang.
Kegiatan yang berlangsung di Jalan Dr. Cipto Mangunkusumo No. 40, Mulyoharjo ini menjadi ruang inspiratif bagi para guru, khususnya mereka yang belum menempuh pendidikan S2. Hadir dalam kesempatan tersebut tim PMB UPGRIS Semarang serta jajaran pengurus PGRI Kabupaten Pemalang yang turut memberikan dukungan penuh terhadap peningkatan kualitas sumber daya pendidik.
Sejak awal acara, suasana tampak hidup dan penuh antusias. Para peserta tidak hanya hadir sebagai pendengar, tetapi juga sebagai pembelajar yang haus akan informasi dan peluang baru. Sosialisasi ini menjadi jembatan harapan bagi mereka untuk melangkah lebih jauh dalam dunia akademik.
Ketua PGRI Kabupaten Pemalang, Slamet, S.Pd., dalam sambutannya menyampaikan pesan yang menggugah. Ia menekankan bahwa peningkatan kualifikasi pendidikan merupakan investasi jangka panjang bagi guru.
Pendidikan bukan sekadar gelar, tetapi proses membangun budaya literasi. Dari membaca, menulis, hingga berkarya, semuanya berawal dari kemauan untuk terus belajar. Di sinilah guru harus menjadi teladan,” tegasnya.
Tim PMB dari UPGRIS Semarang kemudian memaparkan berbagai keunggulan program pascasarjana, mulai dari pilihan program studi, sistem perkuliahan yang adaptif bagi guru, hingga peluang karier yang semakin terbuka luas. Informasi yang disampaikan disambut dengan beragam pertanyaan kritis dari peserta, menandakan tingginya minat untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Lebih dari sekadar sosialisasi, kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan semangat para guru untuk terus meningkatkan kompetensi diri. Di tengah tantangan dunia pendidikan yang semakin kompleks, langkah melanjutkan studi S2 menjadi salah satu kunci untuk menciptakan generasi yang lebih cerdas, berkarakter, dan siap menghadapi masa depan.
Dengan semangat kebersamaan dan tekad yang kuat, para guru di Pemalang kini tidak hanya mengajar, tetapi juga bersiap untuk kembali menjadi pelajar—demi pendidikan Indonesia yang lebih maju.