GERTAK.ID, Bengkulu - Cuaca ekstrem yang melanda Provinsi Bengkulu memicu bencana banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung di sejumlah wilayah. Berdasarkan data terbaru pada Selasa (7/4), bencana terjadi di Kabupaten Lebong, Rejang Lebong, Kepahiang, Bengkulu Tengah, Seluma, serta Kota Bengkulu, dengan kondisi terparah dilaporkan di Kabupaten Lebong.
Merespons situasi tersebut, Pemerintah Provinsi Bengkulu segera mengambil langkah tanggap darurat. Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menegaskan pentingnya penanganan cepat dan terkoordinasi untuk membantu masyarakat terdampak.
Dalam rapat koordinasi yang digelar secara daring bersama pemerintah daerah, Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Bengkulu, serta pihak terkait lainnya, Gubernur Helmi menginstruksikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memastikan kesiapan peralatan, terutama perahu karet, guna mendukung proses evakuasi.
Selain itu, ia menekankan bahwa distribusi kebutuhan pokok harus berjalan tanpa hambatan selama masa tanggap darurat.
“Kebutuhan pokok tidak boleh terputus penyalurannya. Selain dari Dinas Sosial, Baznas, dapur umum, ataupun pihak lain, sedekah nasi bungkus dari ASN harus dimaksimalkan dan disalurkan kepada para korban,” ujar Helmi Hasan.
Di sisi lain, gubernur juga menyoroti pentingnya normalisasi saluran air sebagai langkah pencegahan bencana berulang.
“Normalisasi saluran air harus dimaksimalkan, tidak hanya saat terjadi bencana. Jika saluran terjaga, tentu tidak akan terjadi penyumbatan. Faktanya, pemeliharaan drainase sudah lama tidak dilakukan. Memang terjadi efisiensi, namun yang perlu diingat, Indonesia dikenal dengan semangat gotong royong. Misalnya melalui kegiatan Jumat Bersih, kita membersihkan saluran besar dan kecil,” paparnya.
Lebih lanjut, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Bengkulu diminta segera menangani kerusakan infrastruktur akibat bencana.
“Saya mendapat informasi bahwa jembatan di Kabupaten Seluma yang baru dibangun saat ini kembali rusak akibat banjir. Mohon segera dicek dan ditangani,” tegasnya.
Sementara itu, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan juga diminta segera mendata fasilitas pendidikan serta jumlah siswa yang terdampak guna memastikan proses belajar tetap berjalan.
Instruksi tersebut langsung ditindaklanjuti melalui rapat lanjutan yang dipimpin Asisten I Sekretariat Daerah Provinsi Bengkulu Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Khairil Anwar, bersama Ketua Baznas Provinsi Bengkulu, Romli bin Ronan, serta pihak terkait lainnya untuk mempercepat langkah penanganan di lapangan.
Artikel Terkait
Kanwil Kemenag Bengkulu Raih Penghargaan Penggerak Siswa dan Santri
Pemprov Bengkulu Bahas Rencana Jalan Khusus Angkutan Batu Bara untuk Lindungi Infrastruktur dan Keselamatan
Kakan Kemenag Kota Bengkulu Nopian Tinjau Pelaksanaan TKA di Tingkat MTs