Halalbihalal Berujung Memanas! Ini yang Terjadi Antara Bupati dan Wakil Bupati Lebak

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Selasa, 31 Maret 2026 | 09:18 WIB
Ketegangan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Warnai Halalbihalal ASN di Pendopo./Dok.Gertak.id
Ketegangan Bupati dan Wakil Bupati Lebak Warnai Halalbihalal ASN di Pendopo./Dok.Gertak.id

Lebak, GERTAK.ID - Acara halalbihalal Aparatur Sipil Negara (ASN) di Pendopo Bupati Lebak, Senin (30/3/2026), diwarnai ketegangan antara Bupati Lebak Hasbi Asyidiki Jayabaya dan Wakil Bupati Amir Hamzah.

Insiden terjadi saat sambutan resmi berlangsung di hadapan jajaran pegawai pemerintah daerah.

Situasi memanas ketika Bupati Hasbi dalam sambutannya menyinggung status masa lalu Wakil Bupati Amir Hamzah sebagai mantan narapidana.

Pernyataan tersebut memicu reaksi spontan dari Amir yang duduk di barisan depan. Ia langsung berdiri dan berupaya menghampiri Hasbi ke arah mimbar.

Namun, langkah Amir segera dihalangi sejumlah pihak yang berada di lokasi. Sekretaris Daerah Lebak, asisten pribadi bupati, hingga istri Bupati terlihat turun tangan untuk meredam situasi agar tidak berkembang lebih jauh.

Untuk menenangkan keadaan, Amir kemudian digandeng oleh dua ASN dan diarahkan keluar dari area pendopo.

Meski sempat terjadi ketegangan, rangkaian acara halalbihalal tetap dilanjutkan.

Bupati Hasbi melanjutkan kegiatan dengan bersalaman bersama para ASN, yang kemudian ditutup dengan sesi makan bersama.

Sementara itu, Wakil Bupati Amir Hamzah tidak terlihat mengikuti rangkaian penutup kegiatan tersebut.

Usai acara, Hasbi menjelaskan bahwa pernyataannya merupakan bagian dari gaya komunikasi dan intonasi bicaranya. Ia juga menyebut latar belakang masa lalu Amir sebagai bentuk perjalanan yang patut diapresiasi.

“Itu memang intonasi saya seperti itu. Pak Amir Hamzah juga pernah mendapat penghargaan,” kata Hasbi.

Di sisi lain, Amir Hamzah menyampaikan kekecewaannya atas pernyataan tersebut. Ia menilai forum kenegaraan seharusnya menjunjung etika dan sopan santun politik, terlebih dalam suasana Idulfitri yang mengedepankan persatuan.

“Ini forum kenegaraan, ada etika dan sopan santun politik. Seharusnya disampaikan hal-hal yang mempersatukan, bukan sebaliknya,” tegas Amir.

Hingga berita ini diturunkan, insiden tersebut masih menjadi perbincangan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Lebak, mengingat ketegangan terbuka antara pimpinan daerah terjadi dalam forum resmi keagamaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X