Nabire, Papua Tengah – Gertak.id --- Direktur Lalu Lintas Polda Papua Tengah, Kombes. S. Kunto Hartono, S.I.K,. M.T. membeberkan hasil pelaksanaan Operasi Ketupat Noken 2026 yang digelar sejak 13 hingga 25 Maret 2026 di seluruh wilayah hukum Polda Papua Tengah.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan jumlah kecelakaan lalu lintas dibandingkan tahun sebelumnya.
Tercatat kenaikan sebanyak 3 kejadian atau sekitar 14,29 persen jika dibandingkan dengan Operasi Ketupat Noken 2025.
Meski jumlah kecelakaan meningkat, angka korban meninggal dunia justru mengalami penurunan signifikan.
Pada tahun 2025 tercatat 7 korban meninggal dunia, sementara pada tahun 2026 hanya 2 orang.
Penurunan tersebut mencapai sekitar 71 persen dan menjadi indikator keberhasilan upaya pengurangan fatalitas di jalan raya.
Dirlantas menegaskan bahwa pendekatan humanis melalui edukasi menjadi kunci utama dalam operasi tahun ini.
Sepanjang pelaksanaan operasi, tidak ditemukan adanya pelanggaran lalu lintas yang signifikan di wilayah Papua Tengah.
Hal ini menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
Di sisi lain, gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat tercatat sebanyak 88 kasus selama operasi berlangsung.
Kasus yang paling menonjol masih didominasi oleh tindak penganiayaan.
Baca Juga: Mediasi Agustinus Cs dengan Forkopimda Sintang, Bahas Dugaan Kriminalisasi oleh PT LJA