Tenaga Medis Puskesmas Pogoma Layani Kesehatan Pengungsi di Sinak, Masyarakat Desak Pemerintah Bangun Fasilitas Kesehatan

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Sabtu, 14 Maret 2026 | 09:38 WIB

Gertak.id | Sinak — Kepala Puskesmas Pogoma, Boni Murib, SKM bersama tujuh tenaga kesehatan yang terdiri dari tenaga medis dan kader kesehatan melaksanakan pelayanan kesehatan serta penyuluhan Integrasi Layanan Primer (ILPI) bagi masyarakat Distrik Pogoma yang saat ini mengungsi di Distrik Sinak, Kabupaten Puncak.

Pelayanan kesehatan tersebut dilakukan di Posko Pengungsian Distrik Sinak, tempat ratusan warga dari Distrik Pogoma tinggal sementara akibat situasi operasi militer di wilayah mereka. Saat ini masyarakat masih bertahan di tenda-tenda pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Kegiatan pelayanan diawali dengan doa bersama, kemudian dilanjutkan dengan sambutan dan penyampaian aspirasi dari para tokoh masyarakat yang turut hadir dalam kegiatan tersebut.

Tokoh masyarakat Pogoma, Polume Murib, dalam kesempatan itu menyampaikan pesan tegas kepada pemerintah daerah, khususnya Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak, Bupati Puncak, dan Ketua DPRK Kabupaten Puncak agar tidak menutup mata terhadap kondisi masyarakat yang telah lama hidup di pengungsian.

Menurutnya, sejak Februari 2025 hingga Maret 2026 masyarakat dari Distrik Pogoma, Kembru, dan Sinak Barat sudah lebih dari satu tahun berada di pengungsian di Distrik Sinak. Selama masa tersebut, pelayanan kesehatan hanya dilakukan oleh Puskesmas Pogoma di posko pengungsian dengan fasilitas yang sangat terbatas.

“Sudah lebih dari satu tahun kami hidup di tenda-tenda pengungsian. Kami tetap membutuhkan pelayanan kesehatan dan pelayanan pemerintahan yang layak. Karena itu kami meminta pemerintah segera membangun gedung Puskesmas Pogoma dan kantor perwakilan Distrik Pogoma di Sinak agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan dengan baik,” tegas Polume Murib.

Senada dengan itu, tokoh intelektual Pogoma, Leniak Telenggen, juga meminta perhatian pemerintah daerah hingga pemerintah provinsi untuk membantu penyediaan mobil ambulans bagi Puskesmas Pogoma.

Menurutnya, selama masa pengungsian masyarakat sering mengalami kesulitan saat harus merujuk pasien dalam kondisi darurat ke Timika. Ketiadaan ambulans membuat proses penanganan pasien menjadi lambat dan berisiko terhadap keselamatan pasien.

“Ambulans sangat kami butuhkan, bukan hanya untuk merujuk pasien darurat, tetapi juga untuk membantu distribusi obat-obatan dan kebutuhan pelayanan kesehatan lainnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Puskesmas Pogoma Boni Murib mengimbau kepada seluruh masyarakat Pogoma yang berada di pengungsian Distrik Sinak agar tetap menjaga kesehatan serta saling memperhatikan kondisi sesama warga.

Ia menegaskan bahwa meskipun berada dalam berbagai keterbatasan, pihaknya bersama tenaga kesehatan tetap berkomitmen menjalankan tugas pelayanan kesehatan kepada masyarakat sesuai dengan arahan Dinas Kesehatan Kabupaten Puncak.

“Kami akan tetap melayani masyarakat sesuai kemampuan dan tugas kami. Meskipun dalam keterbatasan, pelayanan kesehatan bagi masyarakat pengungsi tetap menjadi tanggung jawab kami,” ungkapnya.

Pelayanan kesehatan tersebut menjadi bentuk kepedulian tenaga medis terhadap masyarakat Pogoma yang hingga kini masih hidup dalam kondisi pengungsian dan membutuhkan perhatian serius dari pemerintah agar pelayanan dasar bagi masyarakat dapat terpenuhi.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X