Dikelola Kopdes, Program Ketahanan Pangan Desa Wanasari Fokus pada Budidaya Domba dan Jagung

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 11 Maret 2026 | 19:48 WIB
Gambar Ilustrasi : Program Ketahanan Pangan Desa Wanasari Kembangkan Budidaya Domba dan Jagung.
Gambar Ilustrasi : Program Ketahanan Pangan Desa Wanasari Kembangkan Budidaya Domba dan Jagung.

Lebak, Gertak.id - Pemerintah Desa Wanasari, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, merealisasikan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 melalui pengembangan usaha peternakan domba dan budidaya tanaman jagung. Program tersebut dikelola oleh Koperasi Desa (Kopdes) berdasarkan hasil Musyawarah Desa (Musdes) Tahun 2025.

Kepala Desa Wanasari, Agus Sumardi, menjelaskan bahwa sejak dirinya menjabat pada tahun 2021, Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Wanasari belum menjalankan kegiatan usaha secara aktif.

“Untuk BUMDes Wanasari, sejak saya menjabat tahun 2021 belum aktif, artinya tidak ada kegiatan usaha termasuk penyertaan modal. Adapun penyertaan modal program Ketahanan Pangan diserahkan kepada koperasi desa berdasarkan hasil Musdes tahun 2025,” ujar Agus Sumardi.

Ia menambahkan, hingga saat ini laporan perkembangan program masih dalam proses administrasi. Namun untuk laporan pertanggungjawaban pengeluaran kegiatan telah tersedia pada bagian pembangunan desa.

“Untuk laporan sampai saat ini belum ada. Namun untuk LPJ pengeluaran sudah dilakukan dan datanya ada di Kaur Ekbang,” tambahnya.

Sementara itu, Kaur Ekonomi dan Pembangunan (Ekbang) Desa Wanasari menjelaskan bahwa program Ketahanan Pangan saat ini difokuskan pada dua sektor utama, yakni peternakan dan pertanian.

“Unit usaha yang dijalankan adalah budidaya domba dan tanaman jagung. Program ini dikelola oleh Koperasi Desa dengan ketua Aan Taryana,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan program tersebut telah berjalan dan realisasi kegiatan telah mencapai 100 persen dari sisi penyaluran anggaran.

“Program sudah berjalan dengan realisasi 100 persen. Namun saat ini masih dalam tahap pengembangan,” katanya.

Dari sisi hasil, program tersebut mulai menunjukkan perkembangan pada sektor pertanian, sementara sektor peternakan masih dalam tahap pemeliharaan.

“Untuk sektor hewani belum ada hasil karena masih dalam proses pengembangan. Sedangkan untuk sektor nabati sudah ada panen jagung dan saat ini sudah ada progres penanaman kembali,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, program Ketahanan Pangan tersebut juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama faktor alam dan fluktuasi harga komoditas.

“Tantangan yang dihadapi dalam pelaksanaan program yaitu cuaca dan harga pasar yang tidak menentu,” ungkapnya.

Sejumlah warga Desa Wanasari menyambut positif adanya program tersebut karena dinilai dapat membantu memperkuat sektor pertanian dan peternakan di desa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X