BUMDes Kelola 60 Ekor Domba, Program Ketapang Desa Kujangjaya Tunjukkan Pertumbuhan Ternak Signifikan

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 9 Maret 2026 | 20:02 WIB
Program Ketahanan Pangan Desa Kujangjaya Kembangkan Penggemukan Domba./Dok.Bumdes Kujangjaya
Program Ketahanan Pangan Desa Kujangjaya Kembangkan Penggemukan Domba./Dok.Bumdes Kujangjaya

Lebak, Gertak.id - Pemerintah Desa Kujangjaya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, merealisasikan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) Tahun Anggaran 2025 melalui pengembangan usaha peternakan penggemukan domba yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes). Program tersebut didanai dari alokasi Dana Desa (DD) sebagai bagian dari prioritas penguatan sektor pangan dan ekonomi produktif di tingkat desa.

Unit usaha peternakan domba dipilih sebagai salah satu langkah strategis untuk mendukung ketersediaan sumber pangan berbasis protein hewani sekaligus membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat desa. Pengelolaan usaha dilakukan secara kelembagaan melalui BUMDes Desa Kujangjaya dengan sistem manajemen usaha desa.

Sekretaris Desa Kujangjaya, Dede, saat dikonfirmasi awak media menjelaskan bahwa program Ketahanan Pangan di desanya saat ini difokuskan pada sektor peternakan penggemukan domba yang dikelola oleh BUMDes.

“Program Ketahanan Pangan di Desa Kujangjaya saat ini bergerak pada unit usaha peternakan penggemukan domba, dan pengelolaannya dilakukan melalui BUMDes desa,” ujar Dede, Senin (9/3/26)

Ia menjelaskan, hingga saat ini perkembangan program tersebut dinilai cukup baik. Jumlah ternak yang dikelola telah mencapai target awal yang direncanakan.

“Alhamdulillah untuk progres sampai saat ini sudah memenuhi target, dengan jumlah sekitar 60 ekor domba. Seluruh pengelolaannya dilakukan oleh BUMDes,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua BUMDes Kujangjaya, Rosidin, mengatakan bahwa program tersebut telah berjalan kurang lebih selama empat bulan dan masih berada pada tahap proses penggemukan.

“Untuk pelaksanaannya sudah berjalan sekitar empat bulan dan sejauh ini masih sesuai dengan perencanaan awal yang telah disusun,” jelas Rosidin.

Menurutnya, karena sistem yang dijalankan adalah penggemukan ternak, maka hasil ekonominya memang memerlukan waktu hingga masa panen tiba.

“Karena ini program penggemukan, tentu membutuhkan waktu untuk mencapai hasil maksimal. Namun dalam kurun waktu sekitar empat bulan ini sudah terlihat pertumbuhan yang cukup signifikan pada ternak. Mudah-mudahan saat masa panen nanti hasilnya bisa sesuai dengan perencanaan,” ungkapnya.

Meski demikian, Rosidin mengakui bahwa pelaksanaan program tidak lepas dari sejumlah tantangan, terutama faktor cuaca yang cukup ekstrem dalam beberapa bulan terakhir.

“Memang ada sedikit kendala, terutama faktor cuaca ekstrem yang terjadi sekitar dua bulan terakhir, sehingga sedikit memengaruhi pertumbuhan ternak,” katanya.

Di sisi lain, keberadaan program tersebut mendapat tanggapan positif dari sebagian warga. Mereka berharap program ketahanan pangan yang dikelola desa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Salah seorang warga Desa Kujangjaya yang enggan disebutkan namanya menyampaikan harapannya agar program tersebut dapat berjalan secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X