BUMDes Sobang Jalankan Program Ketapang Lewat Usaha Domba dan Jahe Merah, Ini Progresnya

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 7 Maret 2026 | 22:00 WIB
Program Ketahanan Pangan Desa Sobang Kembangkan Penggemukan Domba dan Budidaya Jahe Merah./Dok.Bumdes Sobang
Program Ketahanan Pangan Desa Sobang Kembangkan Penggemukan Domba dan Budidaya Jahe Merah./Dok.Bumdes Sobang

Lebak, Gertak.id - Pemerintah Desa Sobang, Kecamatan Sobang, Kabupaten Lebak, merealisasikan Program Ketahanan Pangan (Ketapang) melalui pengembangan unit usaha yang dikelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Program tersebut difokuskan pada dua sektor usaha, yakni penggemukan domba dan budidaya jahe merah.

Program ini dijalankan sebagai bagian dari upaya memperkuat kemandirian pangan sekaligus mendorong aktivitas ekonomi produktif di tingkat desa. Pelaksanaannya didukung melalui alokasi Dana Desa (DD) T.A 2025 yang diarahkan pada program prioritas pembangunan dan pemberdayaan masyarakat.

Secara regulasi, pelaksanaan program Ketahanan Pangan desa merujuk pada Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa yang telah diperbarui melalui Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2024.

Dalam ketentuan tersebut disebutkan bahwa Dana Desa diprioritaskan untuk pembangunan dan pemberdayaan masyarakat, termasuk penguatan ketahanan pangan serta pengembangan usaha ekonomi desa melalui BUMDes.

Selain itu, pengelolaan BUMDes juga mengacu pada prinsip profesionalitas, transparansi, dan akuntabilitas sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketua BUMDes Sobang, Sujatna, menjelaskan bahwa unit usaha yang dijalankan saat ini mencakup sektor peternakan dan pertanian yang dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan di wilayah Desa Sobang.

“Untuk Desa Sobang, unit usaha yang dijalankan melalui BUMDes bergerak di penggemukan domba dan budidaya jahe merah,” ujar Sujatna, Sabtu, 7 Maret 2026

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pelaksanaan program hingga saat ini masih berjalan dan terus dikembangkan oleh pengelola BUMDes.

“Progres sejauh ini alhamdulillah berjalan dengan lancar dan baik,” katanya.

Namun demikian, Sujatna mengakui terdapat tantangan pada sektor budidaya jahe merah yang dipengaruhi oleh kondisi cuaca dalam beberapa waktu terakhir.

“Kalau berjalan sesuai rencana saya rasa sesuai. Cuma paling kita ada kendala di budidaya jahe merah karena belakangan curah hujan cukup tinggi yang kemungkinan akan mempengaruhi hasil panen. Namun saya berharap dan mohon doanya agar tidak mempengaruhi secara signifikan,” ungkapnya.

Sementara itu, terkait capaian program, ia menjelaskan bahwa kegiatan usaha masih berada pada tahap proses sehingga belum menghasilkan panen maupun keuntungan ekonomi.

“Untuk capaian sementara dari hasil panen kita belum ada, karena programnya masih berjalan dan belum sampai pada tahap panen,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X