Lebih lanjut, Asep menyatakan optimisme terhadap keberlanjutan program tersebut.
“Insya Allah program ini dapat meningkatkan kemandirian pangan, memperkuat ekonomi desa, memastikan ketersediaan pangan bergizi, serta mendukung program Makanan Bergizi Gratis (MBG),” pungkasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Desa Ciparasi atas kepercayaan yang diberikan kepada BUMDes dalam menjalankan program Ketahanan Pangan tersebut.
“Kami optimistis usaha itik petelur ini dapat berhasil dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus mendorong terwujudnya desa mandiri,”tutupnya.
Di sisi lain, salah seorang warga Desa Ciparasi yang enggan disebutkan namanya menyambut positif langkah tersebut.
Menurutnya, program ini memberikan harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat desa.
“Kami mengapresiasi program ini karena selain membuka peluang usaha, hasilnya juga bisa dirasakan langsung oleh masyarakat. Semoga pengelolaannya berjalan lancar dan terus berkembang,” tuturnya.
Dengan telah berjalannya operasional peternakan selama satu bulan, program Ketahanan Pangan Desa Ciparasi kini memasuki tahap penguatan produksi dan pemasaran.
Pemerintah desa Ciparasi bersama BUMDes menyatakan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi dan pengawasan agar pengelolaan usaha berjalan sesuai perencanaan dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.
Artikel Terkait
Pasar Murah di Kecamatan Cigemblong Diserbu Warga, Pemkab Lebak Hadirkan Sembako Terjangkau
Pembangunan Koperasi Desa Merah Putih di Lebak Capai 50 Persen, Kodim 0603 Targetkan 345 Titik Tuntas 2026
BUMDes Majasari Kecamatan Sobang Kembangkan Ayam Petelur, Dua Bulan Berjalan Sudah Berkontribusi ke PADes