Dugaan Penembakan Warga Sipil di Tembagapura, Keluarga Marinus Manga Minta Penjelasan Resmi

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Selasa, 3 Maret 2026 | 18:53 WIB
Marinus Manga Dilaporkan Tewas di Tembagapura, Keluarga Desak Klarifikasi Aparat
Marinus Manga Dilaporkan Tewas di Tembagapura, Keluarga Desak Klarifikasi Aparat

Nabire, gertak.id – Keluarga korban menyampaikan keterangan resmi terkait dugaan penembakan terhadap seorang warga sipil bernama Marinus Manga yang terjadi di wilayah Tembagapura, tepatnya di area Tenda Kuning, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.

Informasi yang dihimpun media ini berasal dari penuturan pihak keluarga korban pada Selasa (3/3/2026). Dalam keterangan tersebut, keluarga menjelaskan kronologi kejadian berdasarkan informasi yang mereka peroleh di lokasi.

Menurut keluarga, Marinus Manga merupakan warga sipil yang sehari-hari berprofesi sebagai pendulang emas di wilayah Tembagapura. Korban disebut memiliki area atau kamp pendulangan yang menjadi tempat aktivitasnya.

Peristiwa itu dilaporkan terjadi pada Senin, 2 Maret 2026, sekitar pukul 13.00 WIT. Saat kejadian, korban disebut berada di dalam rumah tendanya dalam kondisi kurang sehat dan sedang beristirahat.

Keluarga menuturkan bahwa situasi di sekitar lokasi tiba-tiba terdengar suara tembakan. Suara tersebut disebut terdengar dari arah luar area tempat korban tinggal.

Karena mendengar bunyi tembakan, korban dilaporkan keluar dari rumah tenda untuk mengetahui situasi yang terjadi. Pada saat itulah, menurut pihak keluarga, terjadi dugaan penembakan yang mengenai bagian paha korban.

Akibat luka tembak tersebut, korban disebut tidak mampu menyelamatkan diri. Keluarga menyampaikan bahwa korban mengalami luka serius dan tidak mendapatkan pertolongan medis.

Korban dilaporkan meninggal dunia di lokasi kejadian sekitar pukul 24.00 WIT pada hari yang sama. Informasi ini disampaikan berdasarkan keterangan yang dihimpun keluarga dari warga di sekitar lokasi.

Jenazah korban kemudian ditemukan oleh pihak keluarga pada Selasa, 3 Maret 2026, sekitar pukul 09.00 WIT. Pihak keluarga selanjutnya melakukan proses evakuasi sesuai dengan kemampuan yang ada.

Dalam pernyataan resminya, keluarga menyampaikan permohonan dukungan doa dari masyarakat serta meminta perhatian dari media dan para pemimpin di Tanah Papua agar peristiwa tersebut mendapat pengawalan publik.

Keluarga berharap kasus ini dapat ditangani secara adil dan transparan oleh pihak berwenang. Mereka juga meminta agar dilakukan penyelidikan menyeluruh guna memastikan kejelasan peristiwa yang sebenarnya terjadi.

Selain itu, keluarga menegaskan bahwa korban merupakan warga sipil yang tidak terlibat dalam aktivitas bersenjata. Pernyataan tersebut disampaikan untuk meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak TNI maupun Polri terkait dugaan insiden tersebut. Media ini masih berupaya menghubungi pihak terkait untuk memperoleh konfirmasi dan klarifikasi.

Sesuai dengan prinsip keberimbangan dan kode etik jurnalistik, redaksi membuka ruang hak jawab bagi pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan ini guna memastikan informasi yang disampaikan kepada publik tetap akurat, proporsional, dan berimbang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yulit MW

Tags

Rekomendasi

Terkini

X