REKA Bogor dan Wali Kota Bahas Strategi Menuju Jejaring Kota Kreatif UNESCO

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Minggu, 1 Maret 2026 | 00:26 WIB
Menuju Kota Kreatif UNESCO, REKA Bogor dan Pemkot Perkuat Konsolidasi Ekosistem./Dok.Ist
Menuju Kota Kreatif UNESCO, REKA Bogor dan Pemkot Perkuat Konsolidasi Ekosistem./Dok.Ist

Bogor, Gertak.id - Rembug Kreatif Bogor (REKA Bogor) menggelar audiensi bersama Dedie A. Rachim dan jajaran perangkat daerah Kota Bogor. Sabtu,(28/2/26)

Pertemuan yang berlangsung sekitar 90 menit tersebut membahas penguatan ekosistem ekonomi kreatif sekaligus langkah strategis menuju jejaring UNESCO Creative Cities Network.

Ketua REKA Bogor, Georgian Marcello, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa ekosistem ekonomi kreatif Kota Bogor menunjukkan perkembangan yang positif.

Hal itu tercermin dari kontribusi sektor ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Bogor yang mencapai 5,72 persen, dengan penyerapan tenaga kerja sekitar 57.000 orang.

Ia juga menegaskan bahwa selama lima tahun terakhir, REKA Bogor konsisten menjalankan berbagai program penguatan kapasitas pelaku kreatif, penyelenggaraan festival lintas subsektor, aktivasi ruang kreatif, hingga pengembangan jejaring kolaborasi.

Sementara itu, Kota Bogor sebelumnya telah ditetapkan sebagai Kota Seni Pertunjukan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif melalui skema Penilaian Mandiri Kabupaten/Kota Kreatif Indonesia (PMK3I). Penetapan tersebut ditandai dengan penandatanganan Berita Acara Uji Petik PMK3I oleh Pemerintah Kota Bogor bersama perwakilan ekosistem ekonomi kreatif pada 26 Februari 2026.

REKA Bogor menilai capaian tersebut menjadi fondasi penting untuk melangkah lebih jauh menuju tingkat internasional melalui jejaring Kota Kreatif UNESCO.

Dalam audiensi tersebut, Georgian Marcello sempat menanyakan arah pengembangan yang akan diprioritaskan, apakah Kota Seni Pertunjukan atau Kota Gastronomi.

Menanggapi hal itu, Dedie A. Rachim menyampaikan bahwa seluruh sektor berpotensi untuk dikembangkan, namun perlu disiapkan dukungan infrastruktur dan suprastruktur yang memadai.

Ia juga mengungkapkan adanya tantangan dalam pengembangan subsektor tertentu, terutama terkait ketersediaan lembaga pendidikan pendukung seperti sekolah seni, desain grafis, arsitektur, multimedia, maupun teater.

Selain itu, pertemuan turut membahas kondisi Gedung Pertunjukan Kemuning Gading. Pemerintah Kota Bogor menemukan adanya keretakan pada bangunan tersebut sehingga rencana renovasi yang telah dianggarkan tahun ini berpotensi ditunda untuk dilakukan kajian teknis lebih lanjut.

Pemkot menegaskan bahwa aspek keselamatan publik menjadi prioritas utama. Sambil menunggu hasil kajian teknis, berbagai opsi pemanfaatan ruang alternatif disiapkan agar aktivitas komunitas dan pelaku ekonomi kreatif tetap berjalan.

Audiensi tersebut menghasilkan komitmen bersama untuk mempercepat konsolidasi ekosistem ekonomi kreatif, memperkuat narasi kreatif Kota Bogor, serta menyiapkan tahapan strategis menuju pengajuan sebagai Kota Kreatif UNESCO.

Pemerintah Kota dan REKA Bogor sepakat bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci agar kreativitas tidak hanya tumbuh sebagai gerakan komunitas, tetapi terintegrasi dalam perencanaan pembangunan kota secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X