Viral! Warga Cibeurih Sajira Bongkar Menu MBG Ramadan, Kualitas dan anggaran Dipertanyakan

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 25 Februari 2026 | 04:41 WIB
Menu MBG yang dikeluhkan Warga Cibeurih./Dok.Tiktok @ajis.lampard
Menu MBG yang dikeluhkan Warga Cibeurih./Dok.Tiktok @ajis.lampard

Lebak, Gertak.id - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu kebijakan pemerintah dalam meningkatkan asupan gizi anak sekolah kembali menjadi perhatian publik. Kali ini, sorotan muncul dari Kecamatan Sajira, Kabupaten Lebak.

Seorang warga Kampung Cibeurih, Desa Margaluyu, menyampaikan keluhan terhadap menu MBG yang diterima. Keluhan tersebut beredar melalui unggahan video di akun TikTok @ajis.lampard pada Selasa (24/2/2026).

Dalam video tersebut, seorang pria memperlihatkan paket makanan yang diterima, terdiri dari empat butir kurma dalam satu plastik kecil, kacang hijau, satu buah pir, serta telur rebus yang tampak pecah.

“Kita spil nih menu MBG,” ucapnya sembari menunjukkan satu per satu isi paket.

Ia kemudian menyoroti kondisi telur yang dinilai sudah hancur, sekaligus memperkirakan harga masing-masing item.

“Telur nih udah ancur, telur paling dua ribu, ini kurma 4 biji paling dua ribu, kacang ijo paling seribu dan ini nih buah pir,” katanya.

Di akhir video, ia menyampaikan kekecewaan terhadap kualitas menu yang diterima. “Mending jangan diadakan MBG pak Presiden, kalau tidak sesuai begini. Bagi kami ini udah ga bener,” tambahnya.

Menurutnya, komposisi menu tersebut kurang layak jika dikategorikan sebagai menu utama makanan bergizi. Ia juga mempertanyakan kesesuaian antara menu yang diterima dengan anggaran program yang dialokasikan pemerintah.

Namun demikian, hingga saat ini belum ada keterangan resmi apakah paket tersebut merupakan menu utama atau menu khusus yang disesuaikan selama Ramadan.

Selain itu, belum dapat dipastikan apakah komposisi menu tersebut telah melalui verifikasi dan sesuai dengan ketentuan teknis yang berlaku dalam program MBG.

Sebagaimana diketahui, Program MBG bertujuan meningkatkan status gizi anak, membantu pencegahan stunting, serta mendukung konsentrasi dan prestasi belajar siswa. Pelaksanaannya dilakukan melalui dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang bertanggung jawab menyiapkan makanan sesuai standar yang telah ditetapkan.

Secara umum, MBG mengacu pada prinsip gizi seimbang, keamanan pangan, kualitas bahan baku, serta kesesuaian antara nilai anggaran dan menu yang disajikan. Dalam satu paket makanan, idealnya terdapat unsur karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dalam takaran proporsional.

Selain itu, SPPG wajib mematuhi ketentuan teknis, meliputi Standar komposisi gizi dan porsi, Kelayakan dan kualitas bahan pangan,Higienitas dan keamanan distribusi, serta Transparansi pengelolaan anggaran.

Apabila dalam evaluasi ditemukan ketidaksesuaian, penyelenggara dapat dikenakan sanksi administratif mulai dari teguran tertulis, pembinaan, penghentian sementara operasional, hingga pemutusan kerja sama sesuai ketentuan yang berlaku.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Atippudin

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X