Menu Diduga Tak Penuhi Standar MBG, Orang Tua PAUD di Desa Tlagasana Keluhkan Paket Rp10 Ribu dari SPPG 01

Photo Author
Ariyanto, Gertakberita.com
- Kamis, 26 Februari 2026 | 08:52 WIB
Istimewa MBG dari SPPG 01 DS Tlagasana kec Watukumpul.
Istimewa MBG dari SPPG 01 DS Tlagasana kec Watukumpul.

Pemalang – Sejumlah orang tua siswa PAUD di Desa Tlagasana, Kecamatan Watukumpul, Kabupaten Pemalang, mengeluhkan menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dibagikan oleh SPPG 01 pada 24 Februari 2026. Paket makanan yang diterima anak-anak dinilai tidak mencerminkan standar terpenuhinya gizi sebagaimana tujuan program pemerintah, yang disebut-sebut bernilai Rp10.000 per anak.

Berdasarkan dokumentasi yang diterima, satu paket MBG berisi satu buah roti kemasan, satu potong kue kecil, satu buah jeruk, serta beberapa lembar produk olahan menyerupai keju. Menu tersebut dibagikan kepada siswa PAUD sebagai bagian dari program MBG.

Namun, sejumlah orang tua menyerap komposisi nutrisi dari paket tersebut. Mereka menilai menu yang diberikan didominasi makanan olahan dan minimal sumber protein hewani serta lauk bergizi seimbang sesuai prinsip empat sehat dan seimbang yang kerap disosialisasikan pemerintah.

“Kalau memang budgetnya Rp10 ribu per anak, apakah menu seperti ini sudah sesuai standar gizi untuk anak usia dini?” ujar salah satu wali murid yang enggan disebutkan namanya.

Program MBG sendiri bertujuan untuk mendukung tumbuh kembang anak melalui asupan nutrisi yang cukup dan seimbang. Dalam berbagai kesempatan, pemerintah menekankan pentingnya kandungan karbohidrat, protein, vitamin, dan mineral dalam setiap porsi yang diberikan kepada peserta didik.

Istimewa MBG dari SPPG 01 DS Tlagasana kec Watukumpul.

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan publik terkait mekanisme pengadaan dan pengawasan kualitas menu yang disalurkan oleh SPPG 01. Apakah telah melalui verifikasi ahli gizi? Apakah ada standar komposisi baku menu untuk peningkatan PAUD? Dan bagaimana sinkronisasi realisasi anggaran di lapangan?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak SPPG 01 maupun instansi terkait di Kabupaten Pemalang mengenai keluhan tersebut. Para orang tua berharap ada evaluasi menyeluruh agar tujuan program MBG benar-benar tercapai, bukan sekadar formalitas Pembagian paket makanan.

Masyarakat kini mengharapkan pencerahan dan transparansi dari pihak terkait, demi memastikan bahwa setiap rupiah anggaran yang digelontorkan benar-benar berdampak pada pemenuhan gizi anak-anak sebagai generasi penerus bangsa.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yulit MW

Rekomendasi

Terkini

X