Maria, yang berlatar belakang sarjana guru kimia dan memimpin sekolah sejak 2019, mengakui masa awal kepemimpinannya tidak mudah.
“Awal-awal mungkin banyak duka,” ujarnya. Namun seiring waktu, kondisi tersebut berangsur membaik. “Duka itu bisa berubah menjadi suka.”
Ia kini menyaksikan secara langsung dampak program MBG terhadap proses belajar siswa. Program tersebut tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga membantu menciptakan suasana belajar yang lebih kondusif bagi anak-anak difabel di Sumba Barat Daya.
Artikel Terkait
Seberangi Sungai, SPPG di Pedalaman NTT Bertaruh Nyawa Antar MBG, Harap Jembatan Dibangun
Berkat Dapur MBG, Pemuda Palmerah Punya Aktivitas Budidaya Ikan Topang Ketahanan Pangan
MBG Angkat Nasib Petani NTT, Penghasilan Naik Tiga Kali Lipat
Dari Balik Dapur MBG, Eks Narapidana Menata Ulang Hidupnya