Di dapur itu, Frederick bukan hanya memotong ayam dan sayur. Ia merasa ikut memotong rantai lapar yang selama ini membayangi generasi muda desa.
Di akhir perbincangan, ia menyampaikan harapan sederhana. “Ucapan limpah terima kasih bagi Pak Presiden Prabowo Subianto lewat adanya program MBG ini. Harapan saya, setelah masa Pak Prabowo, siapapun presidennya program ini akan tetap berkelanjutan.”
Di antara uap panas masakan dan denting alat dapur, Frederick menemukan kembali harga dirinya. Dapur MBG bukan sekadar tempat bekerja—di sanalah ia mendapatkan kesempatan kedua untuk berdamai dengan masa lalu dan menata ulang masa depan.