Gertak.id | Alor, Nusa Tenggara Timur – Sebuah surat penuh ketulusan datang dari ujung timur Indonesia. Seorang siswa SMA Negeri 3 Kalabahi, Kabupaten Alor, menyampaikan ungkapan terima kasih dan harapan kepada Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, atas bantuan dana revitalisasi sekolah tahun 2025.
Surat tersebut ditulis dengan tangan di atas kertas bergaris, menggambarkan perjuangan panjang para siswa dalam menempuh pendidikan di tengah keterbatasan fasilitas. Selama kurang lebih delapan tahun, para siswa harus belajar dalam kondisi gedung yang kurang layak, dinding rapuh, serta ruang kelas yang hanya dibatasi sekat tripleks tipis.
Dalam suratnya, siswa tersebut menceritakan bagaimana mereka tetap bertahan belajar meski harus menghadapi panas terik matahari dan suara bising dari ruangan sebelah yang kerap mengganggu konsentrasi. Keterbatasan itu tak memadamkan semangat mereka untuk terus mengejar cita-cita.
“Kami belajar dalam keadaan yang jauh dari nyaman. Namun semangat kami tidak pernah padam,” tulisnya penuh haru.
Bantuan dana revitalisasi yang diterima SMA Negeri 3 Kalabahi menjadi titik balik penuh harapan. Kini, para siswa dapat menikmati ruang kelas baru, meja dan kursi baru, serta lingkungan belajar yang lebih aman dan layak. Perubahan tersebut bukan hanya menghadirkan bangunan fisik, tetapi juga menumbuhkan semangat baru untuk menggapai masa depan yang lebih cerah.
Surat itu juga menyuarakan harapan agar perhatian terhadap pendidikan di wilayah timur Indonesia terus berlanjut. Sebagai anak negeri Nusa Kenari, para siswa ingin merasakan kesempatan yang sama dalam mengenyam pendidikan berkualitas seperti daerah lainnya.
Di akhir surat, terselip doa dan harapan sederhana: agar suatu hari Presiden dapat berkunjung langsung ke sekolah mereka, menyaksikan sendiri perubahan yang telah terjadi dan semangat belajar yang tumbuh di sana.
Surat dari ujung Adonara ini menjadi pengingat bahwa di pelosok negeri, masih banyak anak bangsa yang berjuang dalam diam—dan ketika perhatian itu datang, harapan pun kembali menyala.