Enam Hari Tanpa Makan, Warga Aceh Tamiang Bertahan di Atas Mobil saat Terjebak Banjir di SPBU

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Selasa, 10 Februari 2026 | 15:24 WIB

Gertak.id | Aceh – Dua bulan pascabencana banjir bandang yang melanda Aceh Tamiang pada akhir November 2025, kisah memilukan para korban kembali mencuat ke publik. Salah satunya dibagikan melalui akun TikTok @ayank.17amu, yang menceritakan pengalaman bertahan hidup saat terjebak banjir di sebuah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Terban.

Dalam video yang sempat viral di media sosial tersebut, terlihat sejumlah warga Aceh Tamiang terpaksa berlindung di area SPBU ketika air bah mulai merendam permukiman. Mereka tidak memiliki pilihan lain selain bertahan di atas kendaraan selama berhari-hari.

Pemilik akun mengungkapkan, ia bersama warga lainnya harus bertahan selama enam hari di lokasi tersebut tanpa akses makanan dan air bersih.

“Sejarah yang tidak akan bisa saya lupakan, banjir bandang Aceh Tamiang, 26 November 2025, dan saya berlindung di atas mobil selama lima hari di SPBU Terban,” tulisnya dalam keterangan video, dikutip Selasa, 10 Februari 2026.

Menahan Lapar dan Haus dengan Khayalan

Urusan perut menjadi ujian terberat selama terjebak banjir. Tidak adanya logistik membuat para korban harus menahan lapar dalam waktu lama.

“Enam hari nggak makan, makanya nggak ada yang perlu disombongkan di dunia ini,” tulisnya, seraya mengucap syukur karena masih diberi keselamatan.

Ia mengaku, saat rasa lapar dan haus datang, satu-satunya cara bertahan adalah dengan menguatkan hati dan berkhayal.

“Kalau lapar cuma bilang dalam hati, ‘Ya Allah nanti kalau udah pulih semuanya saya mau balas dendam makan mie Aceh dan bakso’. Abis itu nggak jadi lapar walaupun perut perih kali,” tuturnya.

“Pas haus, udah nggak ada air minum. Cukup mengkhayal minum jus aja, jadi langsung kenyang,” sambungnya.

Makan Mie Mentah di Hari ke-4

Menurut penuturannya, bantuan makanan baru bisa didapatkan setelah memasuki hari keempat, ketika air mulai surut. Para korban nekat turun ke genangan air untuk mencari apa pun yang bisa dimakan.

“Setelah hari ke-4, air surut dan semua pada turun cari makanan dan minuman. Dapat mie mentah, itu yang dimakan buat ganjal perut,” ungkapnya.

Meski hanya mie mentah, ia menyebut momen itu tetap disyukuri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X