Remaja Indigo Ikut Bantu Evakuasi Korban Longsor Cisarua, Beri Pesan untuk Keluarga Korban

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Rabu, 4 Februari 2026 | 16:41 WIB
Rival, remaja indigo asal Majenang, berbagi pengalaman saat evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat./Dok.Instagram.com/@infobandungbarat)
Rival, remaja indigo asal Majenang, berbagi pengalaman saat evakuasi korban longsor di Cisarua, Bandung Barat./Dok.Instagram.com/@infobandungbarat)

Bandung Barat, Gertak.id - Proses evakuasi korban longsor di Desa Pasirlangu, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, masih berlangsung hingga hari ini, Rabu (4/2/2026). Bencana yang menimbun tiga kampung di desa tersebut terjadi pada Sabtu, 24 Januari 2026.

Hingga hari ke-12 pencarian, tim SAR gabungan menemukan tiga kantong jenazah baru, sehingga total jenazah yang berhasil dievakuasi mencapai 88 bodypack. Dari jumlah tersebut, 66 di antaranya telah teridentifikasi.

Anggota SAR Mission Coordinator (SMC), Ade Dian Permana, menjelaskan, “Progres operasi SAR di hari ke-12 ini, tiga bodypack ditemukan di worksite A3.”

Ia menambahkan, “Kemudian, ada 66 bodypack yang sudah teridentifikasi berdasarkan laporan dari tim DVI. Saat ini sisanya masih terus diidentifikasi.”

Di tengah proses evakuasi, seorang remaja asal Majenang, Rival, yang dikenal memiliki kemampuan supranatural alias indigo, turut hadir di lokasi bencana. Dalam unggahan Instagram @infobandungbarat, Rival mengaku telah berada di area longsor selama satu minggu.

Rival menuturkan, awal kedatangannya ke lokasi bencana dipandu oleh “panggilan batin”, bukan atas perintah siapapun. “Sudah ada seminggu, awalnya ada panggilan batin, bukan dari perintah siapa-siapa,” ujarnya.

Remaja tersebut meminta keluarga korban untuk tetap bersabar. “Mereka perlu sabar, biasanya dapat dilihat dari batinnya. Dan mereka juga tidak bisa tidur seharian, jagain terus (proses evakuasi),” tambah Rival.

Rival juga menceritakan perjalanan pribadinya. “Saya dulu tinggal di Buah Batu, Bandung, sekarang di Majenang (Cilacap). Pergi ke sini awalnya bawa uang sedikit, lalu diminta seseorang untuk diantarkan, ‘tidak apa-apa yang penting sampai’ (ke lokasi bencana). Saya tidur di masjid, ingin sampai ke sini, karena ada panggilan batin,” jelasnya.

Proses evakuasi di Cisarua masih menjadi fokus tim SAR, sementara upaya identifikasi jenazah terus dilakukan agar keluarga korban dapat segera menerima kepastian.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X