Sosialisasi MBG bagi Kelompok B3 Digelar di Desa Kujangjaya, Perkuat Upaya Pencegahan Stunting

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Jumat, 30 Januari 2026 | 15:28 WIB
Perkuat Pencegahan Stunting, MBG untuk Kelompok B3 Disosialisasikan di Kujangjaya./Dok.Gertak.id
Perkuat Pencegahan Stunting, MBG untuk Kelompok B3 Disosialisasikan di Kujangjaya./Dok.Gertak.id

Lebak, Gertak.id - Pemerintah Desa Kujangjaya, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menggelar kegiatan Sosialisasi Persiapan Pemberian Makanan Bergizi (MBG) bagi kelompok B3 yang meliputi balita, ibu hamil, dan ibu menyusui. Jum'at, (30/1/26)

Kegiatan ini merupakan bagian dari persiapan pelaksanaan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Kujangjaya dalam mendukung peningkatan status gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan.

Acara sosialisasi tersebut dihadiri Kepala Desa Kujangjaya Piki Taufik Kurnia, Sekretaris Desa Dede Sopandi, perwakilan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Tobri, unsur SPPG Desa Kujangjaya, tenaga kesehatan dari Puskesmas Ciusungsang, kader posyandu, serta unsur pemerintah desa lainnya.

Dari pihak kesehatan, hadir Bidan Rini dan Bidan Meli dari Puskesmas Ciusungsang. Sementara dari SPPG Desa Kujangjaya, hadir Kepala Dapur Muhammad Taupan Amsory serta ahli gizi Hallisa Ihsani.

Sosialisasi ini menjadi forum penting untuk menyamakan pemahaman lintas sektor terkait teknis pelaksanaan MBG, sasaran penerima manfaat, serta standar gizi yang akan diterapkan dalam program tersebut.

Kepala Desa Kujangjaya, Piki Taufik Kurnia yang didampingi Sekretaris Desa Kujangjaya, Dede Sopandi, menyampaikan bahwa program MBG merupakan bentuk nyata komitmen pemerintah desa dalam mendukung kebijakan nasional pencegahan stunting dan peningkatan kualitas kesehatan masyarakat sejak usia dini.

“Program pemberian makanan bergizi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan bagian dari upaya berkelanjutan pemerintah desa dalam mendukung kebijakan nasional pencegahan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia,” ujar Piki.

Ia menambahkan, pemerintah desa akan berperan aktif dalam mendukung kesiapan program melalui koordinasi lintas lembaga, pendampingan di tingkat masyarakat, serta pengawasan agar program berjalan tepat sasaran dan berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Dapur SPPG Desa Kujangjaya, Muhammad Taupan Amsory, menegaskan bahwa sosialisasi ini penting untuk memastikan seluruh pihak memahami peran dan tanggung jawab masing-masing dalam pelaksanaan MBG.

“SPPG hadir sebagai penghubung antara kebijakan dan pelaksanaan di lapangan. Melalui sosialisasi ini, kami ingin memastikan distribusi dan pemberian makanan bergizi berjalan sesuai standar, aman, dan benar-benar bermanfaat bagi penerima,” jelasnya.

Dari sisi teknis gizi, ahli gizi SPPG, Hallisa Ihsani, memaparkan pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi kelompok B3, terutama pada masa 1.000 hari pertama kehidupan yang sangat menentukan tumbuh kembang anak.

“Balita, ibu hamil, dan ibu menyusui membutuhkan asupan gizi yang tepat, baik dari segi kualitas maupun kuantitas. Program MBG diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan gizi harian dan mencegah risiko kekurangan gizi serta stunting,” terangnya.

Perwakilan Puskesmas Ciusungsang, melalui Bidan Rini dan Bidan Meli, menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan program MBG melalui pendampingan, pemantauan status gizi, serta edukasi kesehatan kepada masyarakat.

“Kami siap mendukung melalui layanan kesehatan yang terintegrasi dengan posyandu, mulai dari pemantauan tumbuh kembang hingga edukasi gizi dan kesehatan ibu dan anak,” ujar salah satu bidan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X