Aceh Tamiang, Gertak.id - Upaya pemulihan wilayah pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang terus dilakukan. Petugas bersama masyarakat bergotong royong membersihkan lumpur yang masih menutupi berbagai fasilitas umum, mulai dari jalan raya, kantor desa, hingga fasilitas pelayanan kesehatan, agar aktivitas warga kembali berjalan normal.
Salah satu titik fokus pembersihan berada di Jalan Raya Kecamatan Rantau. Berdasarkan pantauan di lapangan pada Rabu (14/1/2026), ruas jalan tersebut sudah dapat dilalui kendaraan. Namun, di sejumlah titik masih ditemukan genangan air dan lumpur yang mengeras. Puluhan personel TNI dikerahkan untuk membersihkan sisa lumpur guna mencegah risiko bagi pengguna jalan serta memperlancar mobilitas masyarakat.
Selain akses jalan, pembersihan juga menyasar fasilitas pelayanan publik yang terdampak banjir. Sejumlah personel TNI terlihat membersihkan kantor desa, rumah sakit, hingga pos persalinan desa (Polindes) yang memiliki peran penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.
Di Kantor Desa Alur Manis, Kecamatan Rantau, meski pelayanan administrasi telah kembali berjalan, proses pembersihan lumpur masih terus dilakukan. Personel TNI bersama warga mengeruk lumpur padat yang mengering di halaman kantor desa menggunakan cangkul dan sekop agar lingkungan pelayanan kembali bersih dan nyaman.
Kegiatan serupa dilakukan di RS Pertamina, Kecamatan Rantau. Personel TNI membersihkan endapan lumpur tebal yang masih menumpuk di area halaman tengah rumah sakit. Dengan peralatan sederhana, lumpur dikeruk dan dipindahkan secara bertahap untuk memulihkan kebersihan lingkungan rumah sakit.
Pembersihan juga berlangsung di Puskesmas Pembantu (Pustu) Kampung Durian, Kecamatan Rantau. Lumpur padat dibersihkan dari halaman puskesmas, sementara perlengkapan yang sempat terendam banjir dipindahkan ke tempat yang lebih aman. Personel lainnya tampak mengeruk lumpur menggunakan cangkul dan mengangkutnya dengan ember serta gerobak.
Di wilayah Kecamatan Kuala Simpang, personel TNI turut membersihkan Polindes Sriwijaya. Lumpur dan sampah sisa banjir yang masih berserakan di halaman polindes disingkirkan guna memastikan pelayanan kesehatan dasar bagi masyarakat dapat kembali berlangsung dengan aman.
Kegiatan gotong royong ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam membantu masyarakat Aceh Tamiang bangkit pascabencana, sekaligus memastikan fasilitas umum kembali berfungsi optimal untuk memenuhi kebutuhan warga.
Artikel Terkait
Detik-detik Banjir Hantam Pemukiman Warga, Bocah Aceh Tamiang Ceritakan Air Tiba-tiba Sudah Tinggi
Sempat Viral Guru Harus Uji Nyali Seberangi Sungai Aceh Tengah dengan Tali Sling
Pendakwah Salim A Fillah Pamit Sementara dari Aceh, Pastikan Program Pemulihan Korban Bencana Tetap Berjalan
Andalkan Serokan dan Gerobak, Prajurit TNI Bersihkan 19 Sekolah Terdampak Banjir di Aceh Tamiang