Aceh, Gertak.id - Aksi kemanusiaan pendakwah Salim A Fillah bersama tim relawan di wilayah terdampak bencana di Provinsi Aceh menjadi perbincangan luas di media sosial. Kepeduliannya terhadap pemulihan pascabencana menuai perhatian publik dan apresiasi warganet.
Seperti diketahui, banjir bandang dan tanah longsor melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025. Bencana tersebut menimbulkan korban jiwa serta menyebabkan kerusakan infrastruktur vital, termasuk akses jalan, jembatan, fasilitas pendidikan, dan tempat ibadah warga.
Merespons kondisi tersebut, Salim A Fillah bersama relawan terlibat langsung dalam upaya pemulihan dengan memperbaiki akses jalan, membangun jembatan penghubung antarwilayah, mendirikan sekolah darurat, serta menghidupkan kembali masjid di daerah terdampak.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, @salimafillah_official, pada Jumat, 16 Januari 2026, Salim menyampaikan bahwa dirinya akan pamit sementara dari Aceh untuk menunaikan ibadah umrah.
"Saya izin pamit sebentar dari Aceh untuk menjalankan amanah membersamai umrah, Insya Allah kami akan kembali lagi," ungkap Salim.
Ia menegaskan kepergiannya tidak akan menghentikan program pemulihan yang telah berjalan. Seluruh agenda kemanusiaan, kata Salim, tetap dilanjutkan demi mendukung pemulihan aktivitas masyarakat.
"Sebelum berangkat, kami sudah pastikan semua program terus berjalan dan memberikan manfaat yang terus mengalir, mohon doanya," tambahnya.
Salah satu fokus utama program tersebut adalah pemulihan akses transportasi yang sempat terputus akibat derasnya banjir bandang. Salim menyebut pihaknya telah membangun jembatan yang kini dapat dimanfaatkan oleh warga di tujuh desa.
"Jembatan untuk 7 desa sudah bisa dilalui mobil dan bisa kembali beraktivitas normal," terangnya.
Pembangunan infrastruktur tersebut, lanjut Salim, masih akan berlanjut ke desa-desa lain yang terdampak kerusakan serupa.
"Pembangunan jembatan dan membuka akses roda 4 berlanjut ke desa-desa lainnya," jelasnya.
Selain infrastruktur, program pemulihan juga menyasar sektor pendidikan melalui pendirian sekolah darurat agar proses belajar anak-anak tidak terhenti.
"Memperbanyak sekolah darurat agar pendidikan terus berjalan," ungkap Salim.
Upaya lainnya dilakukan dengan mengaktifkan kembali masjid sebagai pusat kegiatan ibadah dan sosial masyarakat.
Artikel Terkait
Dokter Ilham Ungkap Cerita Relawan Aceh yang Tetap Bergerak di Tengah Duka
Detik-detik Banjir Hantam Pemukiman Warga, Bocah Aceh Tamiang Ceritakan Air Tiba-tiba Sudah Tinggi
Sempat Viral Guru Harus Uji Nyali Seberangi Sungai Aceh Tengah dengan Tali Sling
Pakar Ekonomi Pertanian UIN Dorong Restorasi Ekologis Aktif untuk Pulihkan Aceh Pascabencana