Belum Ada Kepastian Huntap, Korban Banjir Bandang Lebakgedong Bertahan Aksi di Depan Kantor Bupati

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Kamis, 15 Januari 2026 | 15:47 WIB
Menanti Hunian Tetap, Korban Banjir Lebakgedong Dirikan Tenda di di depan Kantor Bupati./Dok.Ist
Menanti Hunian Tetap, Korban Banjir Lebakgedong Dirikan Tenda di di depan Kantor Bupati./Dok.Ist

Lebak, Gertak.id - Ketidakpastian pembangunan hunian tetap (huntap) bagi korban banjir bandang Lebakgedong Kabupaten Lebak mendorong warga mengambil langkah tidak biasa.

Sejumlah penyintas bencana memilih mendirikan tenda sekaligus melakukan penggalangan dana terbuka di depan Kantor Bupati Lebak, Rabu (14/1/2026), sebagai bentuk protes atas lambannya realisasi kebijakan pemerintah daerah.

Aksi tersebut muncul setelah para korban bencana bertahun-tahun bertahan di hunian sementara (huntara) Cigobang dengan keterbatasan fasilitas dan kondisi hidup yang jauh dari layak. Hingga kini, belum ada kejelasan waktu pembangunan huntap yang dijanjikan pemerintah.

Salah seorang warga Lebakgedong, Muhamad Zaenudin, menyebut langkah open donasi dipilih sebagai upaya alternatif di tengah belum terealisasinya pembangunan hunian tetap melalui anggaran daerah, baik dari Pemerintah Kabupaten Lebak maupun Pemerintah Provinsi Banten.

"Upaya ini kami lakukan untuk membantu meringankan beban pemerintah. Dengan langkah ini, kami berharap bisa menjadi salah satu jalan agar pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang dapat segera terwujud,” ujar Zaenudin saat ditemui di lokasi aksi.

Menurutnya, respons masyarakat terhadap penggalangan dana tersebut cukup besar. Sejumlah warga memberikan bantuan dalam bentuk material bangunan yang dinilai lebih dibutuhkan untuk percepatan pembangunan hunian.

“Seluruh donasi material yang disumbangkan masyarakat Lebak ini nantinya akan kami gunakan untuk membangun hunian tetap di Kampung Cigobang, Desa Banjarsari, Kecamatan Lebakgedong,” jelasnya.

Zaenudin menegaskan bahwa pendirian tenda di depan Kantor Bupati Lebak bukan sekadar aksi simbolik, melainkan bentuk kelelahan warga yang telah lama menunggu realisasi janji pemerintah pascabencana.

“Kami sudah terlalu lama tinggal di huntara dengan kondisi yang sangat terbatas. Janji hunian tetap belum juga ada kepastian. Aksi ini adalah jeritan kami agar didengar oleh pemerintah,” ungkapnya.

Ia menyatakan, warga korban banjir bandang Lebakgedong akan terus bertahan melakukan aksi hingga pemerintah memberikan kepastian dan merealisasikan pembangunan hunian tetap secara nyata.

“Kami akan bertahan dan terus melakukan aksi ini sampai hunian tetap untuk warga korban banjir bandang dibangun,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak redaksi masih berupaya mengonfirmasi Pemerintah Kabupaten Lebak terkait tuntutan warga serta perkembangan terbaru pembangunan hunian tetap bagi korban banjir bandang Lebakgedong.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X