Sempat dihantam Banjir Setinggi 15 Meter, Desa Babo di Aceh Tamiang Masih Butuh Bantuan Sandang hingga Tenda Pengungsian

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 14:06 WIB
Sebulan diterjang Banjir Bandang, Momen Bocah Desa Babo Aceh Tamiang Minta Baju dan Selimut ke Relawan./Dok.Instagram/vitadaud19
Sebulan diterjang Banjir Bandang, Momen Bocah Desa Babo Aceh Tamiang Minta Baju dan Selimut ke Relawan./Dok.Instagram/vitadaud19

Aceh Tamiang, Gertak.id - Sudah sebulan sejak banjir bandang dan tanah longsor terjadi di Sumatera dan berdampak di 3 provinsi, yakni Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Selama sebulan penanganan pascabanjir, bantuan berdatangan baik dari relawan hingga pemerintah.

Namun, di sejumlah daerah, distribusi bantuan masih kurang merata karena akses jalan yang terputus jadi hambatan.

Tak hanya bantuan logistik, baju serta selimut juga menjadi barang yang dibutuhkan oleh pengungsi dan warga terdampak seperti di wilayah Desa Babo, Aceh Tamiang.

Meski telah sebulan sejak banjir pertama yang menerjang Aceh di akhir November 2025 lalu, bantuan sandang masih dibutuhkan oleh warga.

Hal tersebut terungkap dalam video yang diunggah oleh akun Instagram @vitadaud19 pada Sabtu, 27 Desember 2025.

“Bu, baju ada?” tanya seorang anak laki-laki yang menghampiri mobil relawan tanpa mengenakan baju dan sandal.

Kemudian, anak-anak lainnya meminta baju dan selimut untuk tidur.

Listrik yang belum nyala membuat perkampungan warga tersebut menjadi gelap gulita selama sebulan terakhir.

“Mereka butuh logistik lilin, genset, alas tidur, dan lainnya. Mereka hidup dalam gelap, sudah satu bulan,” ucap pemilik video.

“Satu bulan gelap, nggak ada lampu sampai detik ini,” lanjutnya.

Menurut keterangan unggahan istri Gubernur Aceh, Marlina Usman, Desa Babo yang ada di Kecamatan Bandar Pusaka, Aceh Tamiang dihantam banjir setinggi 15 meter saat air datang menerjang pemukiman warga.

Rumah-rumah warga ikut terseret arus air yang datang dengan derasnya kala itu, menyebabkan aktivitas warga dan perekonomian lumpuh total.

Sementara itu, menurut catatan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), ada dua penambahan korban meninggal dunia di Aceh dan Sumatera Barat.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X