Uang Rakyat Dipakai untuk Pilkades, Jangan Sampai Menghasilkan Kuwu yang Hobi Curhat.

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Sabtu, 27 Desember 2025 | 11:17 WIB

Gertak id | Singajaya — Penyelenggaraan Pilkades menggunakan dana publik, sehingga hasilnya harus memastikan lahirnya kuwu yang benar-benar siap memimpin desa. Pilkades bukan sekadar pesta demokrasi formal, tetapi mekanisme memilih figur yang mampu membawa desa maju dan mengelola kepentingan masyarakat dengan bijak.

Sorotan publik kini mengarah pada kuwu terpilih desa Singajaya Khaerul Anam yang dinilai hoby menyampaikan keluhan di media massa.
Ketua Reclassering Indonesia Abdul Rohim menyampaikan.


Jika pemimpin yang terpilih lebih banyak “curhat” daripada memberi solusi, maka uang rakyat yang dipakai untuk Pilkades akan sia-sia. Masyarakat berhak menuntut calon pemimpin yang tangguh, matang, dan siap menghadapi tantangan desa.

Seorang kuwu ideal adalah figur yang tegas, solutif, dan mampu meredam konflik, bukan sekadar mengekspresikan persoalan sebagai konsumsi publik . Tambahnya

" Anggaran pilwu itu dari APBD Indramayu tahun 2025 sebesar Rp. 26.17 Miliar, klo hanya memghasilkan kuwu terpilih model desa singajaya yang hobby curhat di media buat apa pemborosan anggaran itu namanya, jauh dari karakteristik leadership yang diharapkan rakyat" Ungkap Abdurohim

Kepemimpinan desa membutuhkan ketenangan, keteguhan, dan kemampuan mengambil keputusan nyata demi kemajuan masyarakat.
Pilkades harus menghasilkan pemimpin yang membawa perubahan positif, bukan drama media.

Uang rakyat dalam penyelenggaraan pilwu itu energi masyarakat, dan legitimasi demokrasi desa harus menghasilkan kuwu dengan kualitas pemimpin yang tepat, bukan yang gemar mengeluh.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X