Toleransi Turun-Temurun di Dusun Thekelan, Warga Muslim dan Buddha Sambut Jemaat Gereja saat Natal

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Jumat, 26 Desember 2025 | 11:39 WIB

Gertak.id | Semarang – Toleransi antarumat beragama yang harmonis kembali ditunjukkan warga Dusun Thekelan, Desa Batur, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, saat perayaan Natal 2025.

Aksi kebersamaan lintas agama tersebut kembali viral di media sosial. Warga Dusun Thekelan yang beragama Islam dan Buddha tampak mendatangi Gereja Pantekosta di Indonesia (GPdI) El Shaddai untuk menyambut jemaat Kristiani usai melaksanakan ibadah Natal.

Dalam video yang beredar, warga terlihat berjajar rapi di depan gereja. Mereka menunggu jemaat selesai beribadah, kemudian memberikan ucapan selamat Natal melalui jabat tangan hingga pelukan hangat, menciptakan suasana haru dan penuh kekeluargaan.

“Kamis, 25 Desember 2025, sejak pagi warga Dusun Thekelan berbondong-bondong menuju gereja,” tulis keterangan akun Instagram @azmi_zami, dikutip Jumat (26/12/2025).

“Warga Muslim dan Buddha berdiri rapi di depan gereja, menunggu umat Kristen menyelesaikan ibadah untuk kemudian memberikan ucapan selamat. Jabat tangan, pelukan hangat, dan suasana haru menjadi pemandangan yang begitu alami,” lanjut keterangan tersebut.

Tradisi Toleransi yang Telah Mengakar

Momen hangat lintas agama ini bukanlah hal baru bagi warga Dusun Thekelan. Tradisi serupa juga sempat viral pada tahun-tahun sebelumnya dan disebut telah menjadi kebiasaan turun-temurun.

“Di Dusun Thekelan, Semarang, toleransi hidup sebagai tradisi yang diwariskan dari generasi ke generasi,” ungkap pemilik akun tersebut.

Disebutkan, setiap perayaan hari besar keagamaan, warga setempat secara spontan menghentikan aktivitasnya dan berkumpul untuk saling menghormati serta memperkuat kebersamaan, tanpa memandang perbedaan keyakinan.

“Kerukunan dijalani bukan sebagai simbol, melainkan sebagai cara hidup sehari-hari,” tulisnya lagi.

Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan agama tidak menjadi penghalang bagi terciptanya kehidupan sosial yang rukun dan damai di tengah masyarakat.

Sambut Semua Hari Raya Keagamaan

Fakta menarik lainnya terungkap dari kolom komentar unggahan tersebut. Salah satu warganet menyebut, kegiatan menyambut hari raya lintas agama merupakan rutinitas warga Dusun Thekelan.

“Buat yang belum tahu, kegiatan menyambut warga yang sedang merayakan hari raya merupakan kegiatan rutin di sana,” tulis akun @dims_aps.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X