Pakar Kebijakan Publik: Penjelasan Seskab Teddy Soal Bencana Sumatera Penting Luruskan Persepsi Publik

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Selasa, 23 Desember 2025 | 21:54 WIB

Gertak.id | Jakarta - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya memastikan penanganan bencana di wilayah Sumatera terus dilakukan secara masif dan terkoordinasi oleh pemerintah pusat bersama pemerintah daerah.

Langkah Seskab Teddy yang aktif menyampaikan progres penanganan bencana tersebut dinilai sebagai momentum penting untuk menunjukkan keseriusan pemerintah dalam merespons bencana sekaligus menjawab keresahan publik.

Penilaian itu disampaikan Pakar Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah. Menurutnya, keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan situasi di lapangan sangat dibutuhkan di tengah beragam persepsi yang berkembang di masyarakat.

“Menurut saya, ini kesempatan luar biasa bagi pemerintah untuk menjelaskan secara utuh penanganan bencana di Sumatera yang seolah-olah dinarasikan tidak optimal,” kata Trubus dalam keterangannya, Selasa (23/12/2025).

Trubus menilai, pemerintah sejatinya terus bergerak melakukan penanganan bencana. Namun, luasnya wilayah terdampak membuat proses penanganan memerlukan waktu dan koordinasi lintas sektor.

Ia juga membandingkan kondisi saat ini dengan peristiwa Tsunami Aceh 2004 silam, ketika pemerintah menetapkan status bencana nasional karena keterbatasan sistem dan kelembagaan.

“Waktu itu BNPB belum terbentuk, anggaran penanggulangan bencana di daerah juga belum tersedia. Jadi opsinya hanya menetapkan bencana nasional,” ujarnya.

Berbeda dengan kondisi saat ini, Trubus menekankan pentingnya kemandirian dan kesiapsiagaan pemerintah daerah dalam menghadapi bencana, baik pada tahap prabencana, saat tanggap darurat, maupun pascabencana.

“Kondisi di Sumatera ini justru menunjukkan masih lemahnya kesiapan pemerintah daerah. Harusnya di tahap pra-bencana sudah ada sosialisasi, edukasi, dan mitigasi yang kuat,” jelasnya.

Ia mencontohkan daerah-daerah yang telah memiliki budaya kesiapsiagaan bencana, seperti Yogyakarta dan Lumajang.

“Di Yogyakarta, ketika gunung meletus, masyarakat tidak panik karena sudah tahu harus ke mana. Begitu juga di Lumajang saat Gunung Semeru erupsi,” sambung Trubus.

Meski demikian, Trubus mengapresiasi langkah Seskab Teddy yang menjelaskan secara detail penanganan bencana di Sumatera. Menurutnya, hal tersebut setidaknya mampu menjawab keresahan dan dinamika persepsi publik.

“Penjelasan itu penting karena bencana ini menimbulkan banyak persepsi di ruang publik. Dan yang dilakukan Seskab Teddy setidaknya sudah menjawab keresahan tersebut,” tutupnya.

Sebelumnya, Seskab Teddy Indra Wijaya menegaskan bahwa sejak hari pertama bencana terjadi pada 26 November 2025, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah telah bergerak melakukan penanganan berskala nasional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Selamet Riyadi

Rekomendasi

Terkini

X