Polemik ini kembali membuka diskursus soal etika pejabat publik di masa krisis. Pengamat kebijakan publik menilai, meskipun kegiatan tersebut bermuatan amal, bentuk dan momentum kegiatan tetap harus mempertimbangkan rasa keadilan sosial dan psikologis masyarakat terdampak.
Bagi publik, bukan semata soal niat, melainkan soal pesan visual dan empati yang terpancar. Di tengah bencana kemanusiaan, setiap gestur pejabat negara menjadi sorotan dan cermin keberpihakan negara kepada rakyatnya.
Hingga berita ini diturunkan, polemik di media sosial masih terus bergulir, menandakan bahwa klarifikasi yang disampaikan belum sepenuhnya menjawab kegelisahan publik.