Gertak.id | Bireuen, Aceh — Tentara Nasional Indonesia (TNI) bersama relawan dan Kementerian Pekerjaan Umum terus melakukan percepatan pemulihan infrastruktur pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra. Upaya ini difokuskan pada perbaikan jembatan sebagai infrastruktur vital guna memulihkan konektivitas, mobilitas masyarakat, serta kelancaran distribusi logistik.
Panglima Komando Daerah Militer Iskandar Muda (Pangdam IM) Mayjen TNI Joko Hadi Susilo menyampaikan bahwa hingga Senin (15/12), delapan jembatan yang rusak akibat banjir bandang telah berhasil diperbaiki dan kembali dapat difungsikan. Salah satunya adalah Jembatan Teupin Mane di Kabupaten Bireuen, Aceh.
Secara keseluruhan, terdapat 35 titik jembatan di tiga provinsi yang masuk dalam program percepatan perbaikan. Selain Jembatan Teupin Mane, perbaikan juga tengah dilakukan pada sejumlah jembatan di jalur penghubung Bireuen–Bener Meriah sepanjang kurang lebih 40 kilometer, yang merupakan jalur strategis bagi aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah.
“Ada lima titik jembatan lainnya (yang sedang dalam proses perbaikan), sehingga bisa menyambungkan dengan Kabupaten Bener Meriah. Kita berharap arus (lalu lintas) dari Kota Bireuen sampai dengan Bener Meriah ini bisa terhubung,” ujar Joko Hadi
TNI berkomitmen untuk terus bersinergi dengan kementerian/lembaga terkait serta pemerintah daerah guna memastikan seluruh infrastruktur terdampak bencana dapat segera pulih. Diharapkan, percepatan perbaikan ini dapat mempercepat pemulihan kondisi sosial dan ekonomi masyarakat di wilayah terdampak.