Momen Haru, Korban Banjir Aceh Tamiang Minta Mualem Tegar: Jangan Nangis Lagi!

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Senin, 15 Desember 2025 | 18:25 WIB
Tangkapan layar seorang warga yang memberikan semangat untuk Gubernur Aceh agar tetap tegar menghadapi bencana. (Instagram/fuadbakh23)
Tangkapan layar seorang warga yang memberikan semangat untuk Gubernur Aceh agar tetap tegar menghadapi bencana. (Instagram/fuadbakh23)

Aceh Tamiang – Di tengah bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah di Aceh, sebuah momen haru justru muncul dari arah yang tak terduga. Dukungan moral tidak datang dari pejabat kepada warga, melainkan sebaliknya—dari warga terdampak banjir kepada pemimpin mereka, Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem.

Momen tersebut terekam dalam sebuah video yang diunggah akun Instagram @fuadbakh23 pada Minggu, 14 Desember 2025. Video itu dengan cepat menyebar di media sosial dan menyentuh emosi banyak warganet karena memperlihatkan ketegaran masyarakat Aceh di tengah situasi sulit.

Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang pria yang merupakan warga terdampak banjir sedang memanggul bantuan logistik. Ia melintasi jalanan berlumpur dengan langkah mantap, seolah beban di pundaknya bukan hanya logistik, tetapi juga harapan dan semangat bagi sesama.

Di tengah kondisi fisik yang melelahkan, pria itu justru melontarkan kalimat-kalimat penguat kepada Gubernur Aceh. Dengan suara lantang dan penuh keyakinan, ia meminta Mualem untuk tetap tegar dan tidak larut dalam kesedihan.

“Mualem jangan nangis-nangis lagi,” ucapnya tegas.

Ungkapan tersebut bukanlah bentuk kritik, melainkan dorongan emosional yang lahir dari rasa kebersamaan antara rakyat dan pemimpinnya. Ia kemudian mengingatkan kembali sejarah panjang penderitaan sekaligus ketangguhan masyarakat Aceh dalam menghadapi berbagai cobaan besar.

“Konflik Aceh sudah kita hadapi, damai sudah kita pelihara Mualem. Tsunami Aceh sudah kita tangani,” katanya.

Ia melanjutkan dengan menyebut berbagai peristiwa besar lain yang pernah mengguncang Aceh, mulai dari gempa bumi di dataran tinggi Tanah Gayo hingga pandemi Covid-19 yang melanda seluruh dunia.

“Gempa serempah di dataran tinggi Tanoh Gayo sudah kita hadapi. Covid-19 sudah kita lalui juga, bencana longsor dan banjir sama-sama kita lalui,” ujarnya.

Menurut pria tersebut, pengalaman-pengalaman pahit itu menjadi bukti bahwa masyarakat Aceh memiliki daya tahan luar biasa. Karena itu, ia berharap pemimpinnya tetap berdiri tegak sebagai simbol kekuatan dan harapan.

“Jangan nangis-nangis lagi, masyarakat bersamamu Mualem, jangan cengeng,” katanya dengan nada penuh kepedulian.

Pesan tersebut ditutup dengan pernyataan yang sarat nilai historis dan identitas kolektif masyarakat Aceh sebagai bangsa pejuang.

“Aceh adalah rahim para pejuang, bangsa yang paling sulit ditaklukkan. Bangun Mualem, kalau pemimpin menangis kami masyarakat lemah,” pungkasnya.

Video ini memantik reaksi emosional dari banyak warganet. Sejumlah komentar menyebut momen tersebut sebagai gambaran nyata hubungan batin antara rakyat Aceh dan pemimpinnya, yang dibangun dari sejarah panjang perjuangan dan penderitaan bersama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X