“Yang dibutuhkan masyarakat sebenarnya bagaimana bertahan hidup. Bukan sekadar bantuan sementara seperti sembako, tetapi bekal ilmu dan pelatihan yang bisa menghasilkan nilai ekonomi,” harapnya.
Pelatihan yang diusulkan meliputi digital marketing, bengkel, pertanian modern di lahan terbatas, hingga keterampilan lain yang relevan dengan kondisi masyarakat pesisir saat ini.
Sebagai informasi, banjir rob di pesisir Kecamatan Ulujami hingga kini belum mendapatkan penanganan komprehensif. Masyarakat setempat berharap pembangunan tanggul laut raksasa segera direalisasikan untuk melindungi wilayah pesisir dari ancaman rob yang kian parah.
Tercatat, terdapat 11 desa yang terdampak banjir rob di Kecamatan Ulujami, yakni Desa Pesantren, Mojo, Limbangan, Ketapang, Blendung, Kertosari, Kaliprau, Tasikrejo, Samong, Padek, dan Pamutih.
Dampak rob tersebut sangat luas, meliputi 2.649 rumah, 3.697 kepala keluarga, 647 hektare sawah, 745 hektare tambak, 266 hektare perkebunan melati, serta merendam 30 sekolah dan 37 musala atau masjid.
Pantai Blendung, yang dulu menjadi kebanggaan dan sumber penghidupan masyarakat, kini menjadi saksi bisu bagaimana perubahan iklim dan lambannya penanganan dapat mengubah wajah pesisir. Harapan masyarakat kini tertuju pada langkah nyata agar kawasan ini tidak sepenuhnya hilang ditelan rob.*