Wisata Pantai Blendung di Pemalang Dikenal Keindahan Alamnya, Kini Rusak Diterjang Banjir Rob

Photo Author
Yuliarto Mugi Widodo, Gertakberita.com
- Senin, 15 Desember 2025 | 09:03 WIB
Banjir rob di Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang rendam salah satu SD beberapa waktu lalu.
Banjir rob di Desa Blendung Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang yang rendam salah satu SD beberapa waktu lalu.

Pemalang – Pantai Blendung pernah menjadi salah satu ikon wisata pesisir di Kecamatan Ulujami, Kabupaten Pemalang. Keindahan alamnya, semilir angin laut, serta panorama matahari terbenam yang spektakuler menjadikan pantai ini destinasi favorit wisatawan lokal maupun luar daerah.

Letaknya yang strategis, hanya sekitar 7 kilometer dari jalur Pantura Pemalang–Pekalongan, membuat Pantai Blendung mudah dijangkau. Pada masa jayanya, pantai ini kerap menjadi pilihan keluarga untuk bersantai, muda-mudi untuk menikmati senja, hingga masyarakat sekitar yang menggantungkan hidup dari sektor pariwisata.

Pantai Blendung juga dikenal dengan cerita legenda yang hidup di tengah masyarakat. Konon, air laut di pantai ini dipercaya memiliki khasiat untuk mempererat cinta sepasang pengantin dan bahkan diyakini mampu menyembuhkan berbagai penyakit. Cerita turun-temurun tersebut turut menjadi daya tarik tersendiri bagi para pengunjung.

Tak sedikit wisatawan, khususnya kalangan muda, yang datang sekadar untuk mandi di laut, berjalan di bibir pantai, atau mengabadikan momen di bawah langit senja. Kepercayaan dan mitos lokal berpadu dengan keindahan alam, menciptakan pesona khas Pantai Blendung.

Pada era 1990-an hingga awal 2000-an, Pantai Blendung mengalami masa keemasan. Fasilitas wisata terbilang lengkap, mulai dari area parkir, warung makan, hingga arena permainan anak. Pengelolaan pantai yang rapi membuat kawasan ini selalu ramai dikunjungi, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Pantai ini juga dikelola oleh BUMDes, sehingga manfaat ekonominya dirasakan langsung oleh masyarakat desa. Rerimbunan pohon cemara yang tumbuh di sekitar pantai menambah suasana sejuk dan menenangkan, membuat pengunjung betah berlama-lama menikmati suasana.

Namun, kejayaan itu kini hanya tinggal kenangan. Sejak sekitar tahun 2017, Pantai Blendung mulai diterjang banjir rob yang perlahan namun pasti merusak kawasan pesisir. Air laut yang terus naik menggerus pantai dan menghancurkan fasilitas wisata.

Kondisi terparah terjadi pada tahun 2020, ketika banjir rob tidak hanya merendam kawasan pantai, tetapi juga masuk hingga ke permukiman warga. Bangunan-bangunan wisata rusak parah, area pantai tergenang permanen, dan aktivitas pariwisata berhenti total.

Dampak rob tidak berhenti di sektor wisata. Sendi-sendi perekonomian masyarakat turut luluh lantak. Tambak ikan dan udang rusak, lahan pertanian sawah terendam, hingga perkebunan bunga melati—yang menjadi komoditas andalan—ikut hancur. Bahkan ratusan rumah warga, musala, dan sekolah turut terdampak.

Direktur BUMDes Mandiri Sejahtera, Muhammad Tohirin, yang mengelola Pantai Blendung, menyebut banjir rob mulai terasa sejak 2018 dan terus memburuk dari tahun ke tahun. Sebelum rob melanda, Pantai Blendung menjadi penopang utama ekonomi masyarakat sekitar.

“Pengunjung pantai ini dulu, sebelum banjir rob, bisa mencapai ratusan orang setiap akhir pekan. Itu sangat menghidupkan roda perekonomian masyarakat,” ujar Tohirin kepada wartawan Erapos Online, Minggu (14/12/2025) petang.

Ia menjelaskan, setidaknya terdapat sekitar 40 warung UMKM yang menggantungkan hidup dari aktivitas wisata Pantai Blendung. Selain itu, puluhan warga lokal terserap sebagai tenaga kerja, mulai dari pengelola parkir, kebersihan, hingga jasa lainnya.

Kini, seluruh aktivitas tersebut lenyap. Masyarakat kehilangan sumber penghasilan utama, sementara rob terus mengancam kehidupan sehari-hari. Tohirin berharap adanya penanganan serius dari pemerintah terhadap banjir rob yang telah berlangsung bertahun-tahun.

Jika penanganan fisik belum memungkinkan, Tohirin berharap pemerintah setidaknya hadir melalui pemulihan ekonomi masyarakat, seperti pelatihan keterampilan berbasis kebutuhan zaman.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X