NABIRE, PAPUA TENGAH – Dukungan pemerintah pusat terhadap masyarakat pesisir kembali dirasakan oleh masyarakat adat di Kabupaten Nabire, Papua Tengah. Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menyalurkan bantuan sarana transportasi laut berupa dua unit perahu bermesin kepada masyarakat pesisir Wapoga, sebagai upaya memperkuat konektivitas dan mobilitas warga di wilayah kepulauan.
Bantuan tersebut diterima langsung oleh masyarakat adat Wapoga dan disambut dengan rasa syukur serta apresiasi mendalam. Kepala Suku Besar Wapoga, Charles Saroi, S.Pd., menyampaikan terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat yang selama ini sangat bergantung pada jalur laut sebagai akses utama kehidupan.
“Bantuan ini sangat berarti bagi kami. Presiden Prabowo telah melihat kebutuhan nyata masyarakat pesisir Wapoga,” ujar Charles Saroi.
Spesifikasi Perahu dan Penyerahan Bantuan
Bantuan yang disalurkan berupa dua unit perahu jenis PNG dengan ukuran panjang 7 meter dan lebar 1,5 meter. Perahu tersebut dilengkapi dengan dua unit mesin tempel Yamaha berkekuatan 40 PK, sehingga mampu menunjang pelayaran jarak menengah dengan aman.
Masing-masing perahu memiliki kapasitas angkut sekitar 10 hingga 12 penumpang, dinilai sangat memadai untuk kebutuhan transportasi masyarakat pesisir dan wilayah kepulauan Wapoga.
Penyerahan bantuan dilakukan dan diwakilkan oleh Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Nabire, Letkol Laut (P) Dwi Prasetyo, S.H., M.Tr.Opsla, yang berlangsung di Pantai Labani Samabusa, Nabire, pada Sabtu, 13 Desember 2025.
Acara tersebut dihadiri oleh tokoh adat, kepala kampung, serta masyarakat setempat.
Pesan Pemerintah Pusat kepada Masyarakat
Dalam sambutannya, Danlanal Nabire menyampaikan pesan dari pemerintah pusat agar bantuan tersebut dimanfaatkan secara optimal dan dirawat dengan baik demi kepentingan jangka panjang masyarakat.
“Saya mewakili pemerintah pusat menyerahkan bantuan ini. Semoga dapat dimanfaatkan untuk kepentingan dan keperluan masyarakat Wapoga serta dirawat dengan baik agar dapat digunakan dalam jangka panjang,” ujar Letkol Laut (P) Dwi Prasetyo.
Ia juga menegaskan bahwa kehadiran negara di wilayah pesisir dan terpencil merupakan bagian dari komitmen pemerintah untuk memastikan pembangunan yang merata hingga ke wilayah terluar.
Laut sebagai Jalan Hidup Masyarakat Wapoga
Kepala Suku Besar Wapoga, Charles Saroi, menilai bantuan tersebut merupakan jawaban atas kebutuhan mendesak masyarakat adat yang hidup di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil.
Menurutnya, jalur laut merupakan satu-satunya akses utama yang digunakan masyarakat untuk berbagai aktivitas, mulai dari sosial, ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
“Laut adalah jalan hidup kami. Dengan adanya perahu dan mesin ini, mobilitas masyarakat akan jauh lebih mudah,” ungkapnya.
Ia memastikan bahwa perahu bantuan tersebut akan digunakan sebagai sarana transportasi bersama di bawah pengelolaan masyarakat adat, termasuk oleh warga Kampung Kamarisano Wapoga.
Pemanfaatan perahu juga mencakup kegiatan adat, pelayanan sosial, serta evakuasi kesehatan bagi warga yang membutuhkan penanganan medis ke wilayah lain.