Gertak.id-Aceh — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Su bianto, kembali menaruh perhatian besar pada pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak bencana di Aceh. Saat meninjau Posko Pengungsian Bencana di Desa Balee Panah, Senin (7/12), Prabowo menyempatkan diri masuk ke area dapur umum dan mencicipi langsung hidangan yang disiapkan bagi para pengungsi.
Tiba di lokasi, Prabowo lebih dulu menyapa warga yang tengah berkumpul di tenda pengungsian. Setelah itu, ia bergerak menuju dapur umum yang dikelola oleh sejumlah relawan dan ibu-ibu setempat. Di dalam tenda dapur, asap tipis dari wajan besar yang sedang digunakan memasak menyambut kedatangannya.
“Tadi saya lihat banyak yang sedang masak. Ada sendok? Saya mau coba,” ujar Prabowo sambil menghampiri meja besar yang dipenuhi panci dan bumbu dapur.
Seorang ibu yang menjadi juru masak tampak sedikit gugup namun tersenyum saat Presiden meminta izin mencicipi karya masaknya. Ia lalu menyajikan satu piring berisi masakan ikan tongkol pedas—menu makan siang bagi para pengungsi hari itu.
Prabowo mengambil sesendok, mencicipinya perlahan, lalu mengangguk kecil. “Pedas ya ini,” ucapnya, disambut tawa ringan para petugas dapur.
Dalam suasana hangat itu, salah satu ibu bertanya langsung kepada Prabowo, “Enak nggak, Pak? Makannya lauk apa itu Pak Presiden?”
“Ikan tongkol,” jawab Prabowo sambil menunjukkan potongan kecil ikan di piringnya.
Interaksi singkat namun akrab tersebut membuat suasana dapur umum menjadi lebih hidup. Para relawan tampak lega setelah mengetahui bahwa hidangan yang mereka siapkan mendapat apresiasi langsung dari Presiden.
Pastikan Kualitas dan Gizi Makanan Pengungsi
Kunjungan ke dapur umum menjadi salah satu fokus Prabowo dalam setiap peninjauan lokasi bencana. Selain mengecek kecukupan stok logistik, Prabowo ingin memastikan makanan yang disajikan kepada para warga terdampak tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memenuhi standar kelayakan dan gizi.
Menurut Prabowo, pemenuhan kebutuhan dasar—terutama makanan—adalah hak utama bagi warga yang tengah berada dalam kondisi darurat. Ia juga meminta jajaran yang bertugas di lapangan untuk memperhatikan aspek kebersihan, kualitas bahan makanan, serta variasi menu bagi para pengungsi, khususnya kelompok rentan seperti anak-anak dan lansia.
“Yang kita pastikan adalah makanan ini cukup, layak, dan bergizi. Jangan sampai masyarakat kita kekurangan nutrisi di tengah situasi seperti ini,” demikian pesan yang sering ia sampaikan dalam kunjungan-kunjungan sebelumnya.
Kunjungan kerja Prabowo di Aceh hari itu ditutup dengan dialog singkat bersama warga mengenai kondisi pengungsian dan kebutuhan mendesak yang masih diperlukan. Kehadiran Presiden, ditambah perhatiannya terhadap detail di dapur umum, memberi kesan positif bagi para pengungsi yang hingga kini masih berusaha bangkit dari dampak bencana.
Artikel Terkait
Prabowo Lepas Atlet Indonesia ke SEA Games: Tetap Kuat Meski Saudara Kita Terkena Musibah
Prabowo Soroti Swasembada Energi dan Pangan: Kelapa Sawit Bisa Jadi BBM, Distribusi ke Lokasi Bencana Sumatera Terganggu
3 Bupati di Aceh Akui Tak Sanggup Tangani Bencana, Wamendagri Anggap Wajar Sementara Gubernur Mualem Minta Mereka Mundur
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, merespon permohonan walikota Subulussalam Terkait penambahan Kouta BBM dan berjanji untuk menindaklanjuti permohonan t