Desa Sekumur di Aceh Tamiang Lenyap Disapu Banjir Bandang: Hanya Masjid yang Tersisa, 57 Tewas dan 23 Warga Masih Hilang

Photo Author
Redaksi Gertak, Gertakberita.com
- Minggu, 7 Desember 2025 | 10:48 WIB
Menyoroti bencana banjir bandang yang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang tersapu luapan air hingga tersisa bangunan masjid. (Facebook.com/MeldiyaReza)
Menyoroti bencana banjir bandang yang menerjang Desa Sekumur di Aceh Tamiang yang tersapu luapan air hingga tersisa bangunan masjid. (Facebook.com/MeldiyaReza)

Gertak.id – Duka mendalam menyelimuti Provinsi Aceh usai bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah pada akhir November 2025. Salah satu daerah yang mengalami kerusakan paling parah adalah Kabupaten Aceh Tamiang, dengan ribuan rumah warga hancur dan puluhan nyawa melayang.

Hingga Minggu, 7 Desember 2025, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merilis data terbaru terkait dampak bencana tersebut. Dalam laporan resminya, BNPB menyebutkan jumlah korban tewas mencapai 57 jiwa, sementara 23 orang masih hilang dan 18 lainnya luka-luka.

Selain menelan korban jiwa, banjir bandang ini juga menyebabkan 56 fasilitas umum rusak, terdiri dari 17 fasilitas kesehatan, 9 gedung atau kantor, serta 1 jembatan yang putus akibat terjangan air.

Desa Sekumur: Wilayah yang Hilang dalam Sekejap

Di antara wilayah terdampak, Desa Sekumur menjadi salah satu titik terparah yang menyita perhatian publik. Desa yang terletak di Kecamatan Tamiang Hulu itu kini praktis hilang dari peta pemukiman setelah diterjang banjir bandang besar pada Kamis, 27 November 2025.

Berdasarkan pantauan di lapangan, desa tersebut kini menyisakan satu bangunan—sebuah masjid—yang berdiri sendirian di tengah hamparan lumpur dan gelondongan kayu raksasa yang menumpuk di sekelilingnya.

Bangunan masjid itulah yang menjadi “saksi bisu” kedahsyatan air bah yang datang tiba-tiba, menghantam rumah-rumah warga, dan menggulung seluruh pemukiman.

Ketinggian Air Capai 10 Meter

Hendra, salah satu warga Desa Sekumur yang selamat dari bencana tersebut, menggambarkan betapa cepat dan kuatnya arus banjir bandang yang meluluhlantakkan desanya.

“Rumah warga hilang terbawa banjir dengan ketinggian air diperkirakan mencapai 7 hingga 10 meter,” kata Hendra saat ditemui wartawan, Sabtu (6/12/2025).

Menurutnya, air besar datang dalam hitungan menit, membawa material kayu dan lumpur dari hulu sungai, menghantam 280 rumah yang berdiri di Desa Sekumur.

“Desa Sekumur lenyap dalam sekejap, hanya tersisa masjid,” ujarnya pilu.

Hendra menambahkan, sekitar 280 rumah yang sebelumnya berdiri di desa tersebut hilang dibawa arus tanpa tersisa. Banyak warga yang tak sempat menyelamatkan harta benda, bahkan keluarganya.

Masjid Bertahan, Warga Bertumpu pada Gelondongan Kayu

Dalam rekaman pengamatan di lokasi beberapa hari setelah kejadian, tampak masjid desa yang masih berdiri, meski sebagian besar struktur lainnya luluh lantak. Tumpukan kayu, lumpur, dan puing dari hulu tebing memenuhi area sekitar rumah ibadah tersebut.

Beberapa warga yang berhasil selamat mengatakan mereka sempat memanjat tumpukan kayu ketika banjir semakin tinggi. Tumpukan tersebut bahkan mencapai ketinggian hampir setara dengan atap masjid, menunjukkan dahsyatnya kekuatan air.

Tidak terlihat bangunan lain di kawasan itu kecuali masjid dan puing-puing yang terseret arus dari permukiman.

Ribuan Warga Mengungsi, Bantuan Mendesak Dibutuhkan

Ribuan warga Aceh Tamiang kini mengungsi ke wilayah yang lebih tinggi. Kondisi mereka memprihatinkan, dengan persediaan makanan, selimut, pakaian, obat-obatan, hingga air bersih yang semakin menipis.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Tags

Rekomendasi

Terkini

X