Aksi Damai Tuntut Kades Mundur, Polres Pekalongan Terjunkan 140 Personel Amankan Balai Desa Randumuktiwaren

Photo Author
Yuliarto Mugi Widodo, Gertakberita.com
- Rabu, 3 Desember 2025 | 08:53 WIB

Gertak.id- Pekalongan – Jateng — Suasana Desa Randumuktiwaren, Kecamatan Bojong, Kabupaten Pekalongan pada Selasa (2/12/2025), berubah tegang namun tetap terkendali ketika sekitar 200 warga berkumpul di halaman Balai Desa. Mereka datang membawa tuntutan besar: meminta Kepala Desa mereka mundur dari jabatan karena dugaan penyelewengan Dana Desa (DD).

Ratusan warga itu berdiri rapat, sebagian membawa spanduk, sebagian lainnya mengangkat tangan sambil meneriakkan aspirasi. Aksi berlangsung damai, namun skalanya yang cukup besar membuat Polres Pekalongan mengerahkan 140 personel untuk pengamanan. Pasukan ini dipimpin oleh Kabag Ops Kompol Farid Amirullah, S.H., M.H., yang sejak awal mengedepankan pendekatan dialogis sesuai prinsip pengamanan humanis.

Massa Mendesak Kades Tunjukkan Pertanggungjawaban

Aksi dimulai dengan orasi panjang dari juru bicara warga. Ia menyampaikan bahwa dugaan korupsi terhadap Dana Desa yang muncul dari temuan Inspektorat telah membuat warga kehilangan kepercayaan terhadap pimpinan desa mereka. Nominal dugaan penyimpangan, yakni Rp230 juta, disebut-sebut berulang kali sebagai bentuk kekecewaan masyarakat terhadap lemahnya integritas Kades.

Warga menuntut agar Kades hadir secara langsung untuk memberikan penjelasan, meminta klarifikasi, dan menyampaikan pertanggungjawaban di depan masyarakatnya sendiri. Namun harapan itu pupus. Sang Kades tidak muncul, dan menurut warga serta perangkat desa, ponselnya dalam keadaan mati, membuat keberadaannya tidak diketahui.

Salah satu warga yang menjadi penanggung jawab aksi menyampaikan, “Kami hanya ingin kejelasan, bukan keributan. Kalau memang ada kesalahan, sampaikan kepada kami secara terbuka. Ini desa kami, dan kami berhak tahu.”

Pengamanan Humanis, Aksi Berjalan Kondusif

Di tengah desakan massa, petugas kepolisian membentuk lingkaran pengamanan di sekitar Balai Desa. Mereka memastikan jalannya aksi tetap kondusif tanpa benturan. Kabag Ops Kompol Farid Amirullah terus berkomunikasi dengan perwakilan massa agar aksi tetap dalam koridor damai dan tidak mengganggu ketertiban.

Polres Pekalongan juga menempatkan personel di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi lonjakan massa, misinformasi, maupun potensi provokasi. Namun hingga mediasi digelar, situasi tetap aman dan terkendali.

Mediasi Bersama Muspika: Mengurai Satu per Satu Aspirasi Warga

Untuk meredakan ketegangan dan menampung aspirasi, Muspika Kecamatan Bojong mengajak perwakilan warga masuk ke aula balai desa guna melakukan mediasi. Proses ini dipimpin langsung oleh:

  • Camat Bojong H. Farid Abdul Khakim, S.STP, M.M.

  • Kapolsek Bojong AKP Wastono, S.H.

  • Danramil Kapten Arh. Wiyoto

Dalam mediasi itu, warga mengajukan beberapa tuntutan utama:

  1. Transparansi terkait temuan Inspektorat mengenai dugaan penyimpangan anggaran Dana Desa sebesar Rp230 juta.

  2. Desakan agar Kades mundur karena dinilai telah melanggar kepercayaan publik.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X