Subulussalam, Gertak.id — Banjir besar kembali menghantam wilayah Kota Subulussalam. Kali ini, Desa Sukamaju di Kecamatan Sultan Daulat menjadi salah satu lokasi yang paling parah terdampak setelah Sungai Lae Souraya meluap akibat hujan deras yang mengguyur sejak Rabu malam (27/11).
Air yang naik secara cepat membuat sejumlah rumah warga terendam hingga ketinggian pinggang orang dewasa. Bahkan beberapa bangunan dilaporkan terseret arus hingga ke bahu jalan, meninggalkan puing-puing dan lumpur tebal di sekitarnya. Situasi yang semakin memburuk membuat warga panik dan memilih mengungsi ke tempat yang lebih aman.
Wali Kota Turun Langsung ke Lokasi
Melihat kondisi darurat itu, Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin, langsung turun ke lokasi pada Kamis pagi untuk memastikan proses evakuasi berjalan cepat dan aman. Didampingi Kepala BPBD Kota Subulussalam serta sejumlah personel gabungan, Wali Kota meninjau langsung rumah-rumah yang terendam dan membantu mengevakuasi warga yang masih bertahan di rumah mereka.
“Kami hadir untuk memastikan warga mendapatkan pertolongan secepat mungkin. Situasi di lapangan cukup mengkhawatirkan, sehingga evakuasi harus dilakukan dengan cepat dan hati-hati,” ujar Rasyid Bancin di sela proses evakuasi.
Para petugas BPBD tampak bekerja ekstra mengevakuasi warga lanjut usia, perempuan, dan anak-anak dengan perahu karet. Barang-barang berharga milik warga seperti dokumen penting, pakaian, dan perlengkapan tidur juga ikut diselamatkan.
Banjir Disebabkan Meluapnya Sungai Lae Souraya
Berdasarkan pantauan, banjir terjadi akibat debit air Sungai Lae Souraya naik drastis setelah hujan lebat mengguyur kawasan Subulussalam dan sekitarnya selama beberapa jam. Arus sungai yang deras membuat air cepat meluap dan mengalir ke pemukiman warga.
Beberapa titik di Sukamaju berada di dataran rendah, sehingga air lebih cepat masuk ke rumah-rumah. Warga yang tinggal di dekat bantaran sungai menjadi yang paling terdampak.
“Debit air naik tiba-tiba. Kami tidak sempat menyelamatkan banyak barang. Hanya bisa keluar bersama anak-anak,” ujar salah satu warga dengan suara penuh cemas.
Penyaluran Bantuan Masa Panik
Dalam kunjungannya, Wali Kota Subulussalam juga menyalurkan bantuan masa panik berupa makanan siap saji, air mineral, obat-obatan, selimut, serta kebutuhan dasar lainnya bagi warga yang mengungsi. Bantuan tersebut diserahkan langsung kepada warga yang telah berkumpul di tempat pengungsian sementara yang berada di bagian desa yang lebih aman.
“Kami akan terus memantau kondisi cuaca dan perkembangan debit air sungai. Pemerintah siap memberikan bantuan lanjutan jika diperlukan. Yang terpenting adalah keselamatan warga,” tegas Wali Kota.
BPBD Kota Subulussalam menyatakan bahwa pihaknya tetap siaga penuh selama kondisi cuaca belum stabil. Petugas akan terus menyisir rumah-rumah warga untuk memastikan tidak ada yang tertinggal atau terjebak banjir.
Warga Berterima Kasih atas Penanganan Cepat
Di tengah rasa cemas dan kehilangan, warga Desa Sukamaju menyampaikan rasa terima kasih atas hadirnya Wali Kota dan tim gabungan yang turun langsung membantu.
“Terima kasih atas bantuannya. Kami sangat membutuhkan pertolongan cepat seperti ini. Semoga kondisi segera membaik,” ujar seorang ibu yang tengah menggendong anaknya di lokasi pengungsian.
Hingga berita ini diturunkan, banjir masih merendam sebagian wilayah Desa Sukamaju. Petugas gabungan terus melakukan pemantauan intensif dan menyiapkan langkah-langkah antisipasi bila kondisi kembali memburuk.
Artikel Terkait
Persiapan Penutupan Ekspedisi Sungai Singkil 2025 dikota Subulussalam
Tim BAM DPR RI Kunjungi Subulussalam, Dengarkan Aspirasi Masyarakat Terkait Konflik Lahan
Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin, Tekankan Komitmen Selesaikan Masalah HGU dan Plasma
Wali Kota Subulussalam, H. Rasyid Bancin, Datangkan Tim BAM DPR-RI untuk Selesaikan Persoalan Lahan