Situasi Darurat di Desa Siperkas: Debit Air Terus Meningkat, Warga Mengungsi dan Minta Bantuan Pemerintah

Photo Author
Yuliarto Mugi Widodo, Gertakberita.com
- Kamis, 27 November 2025 | 16:42 WIB
Foto: Istimewa
Foto: Istimewa

Subulussalam — Gertak.id-Desa Siperkas, Kecamatan Rundeng, Kota Subulussalam, kini berada dalam kondisi darurat setelah debit air Sungai Lae Souraya terus meningkat sejak Kamis malam. Tingginya curah hujan di wilayah hulu sungai menyebabkan volume air meluap hingga memasuki permukiman warga. Akibatnya, sebagian warga terpaksa mengungsi dan meminta bantuan segera dari pemerintah kota.

Pantauan di lapangan menunjukkan air telah merendam akses jalan utama desa dan menggenangi rumah warga hingga ke ruang tamu. Sejumlah keluarga mulai mengevakuasi barang berharga serta dokumen penting ke tempat yang lebih aman sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

“Kami sudah tidak bisa lagi menunggu. Debit air semakin tinggi dan akses masyarakat lumpuh total,” ujar salah seorang warga yang rumahnya telah terendam setinggi betis orang dewasa.

Situasi semakin mengkhawatirkan ketika aliran air yang sebelumnya hanya merendam halaman, kini mulai masuk ke area dalam rumah. Kondisi ini membuat warga yang memiliki anak kecil, orang tua lanjut usia, serta ibu hamil memilih mengungsi ke rumah kerabat yang berada di dataran lebih tinggi.

“Kami mohon kepada pemerintah Kota Subulussalam untuk segera mengirimkan bantuan. Kondisi sudah semakin parah dan kami takut air terus naik,” tambah warga lainnya yang ditemui saat menyelamatkan barang-barang ke perahu darurat.

Hingga laporan ini diturunkan, warga berharap adanya langkah cepat dari pemerintah daerah, baik berupa bantuan logistik darurat, pendirian posko pengungsian, maupun penanganan tanggap bencana lainnya. Selain itu, masyarakat juga meminta agar tim BPBD Kota Subulussalam segera turun ke lokasi guna melakukan asesmen kerusakan dan memastikan keselamatan warga yang masih bertahan di rumah masing-masing.

Peningkatan debit air Sungai Lae Souraya bukan kali pertama terjadi, namun kali ini kondisinya disebut warga sebagai yang paling cepat meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Mereka berharap pemerintah menaruh perhatian serius terhadap ancaman banjir yang kerap terjadi, termasuk upaya jangka panjang untuk mitigasi.

Laporan: Ramona

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X