Hubbul Wathon Sukses!! Gelar Istighosah Serentak di 14 Kecamatan, Hanyut Dalam Doa

Photo Author
Moch Rompi'i, Gertakberita.com
- Selasa, 25 November 2025 | 18:36 WIB
Doa Bersama di Kantor Kecamatan Omben Kabupaten Sampang
Doa Bersama di Kantor Kecamatan Omben Kabupaten Sampang

 

SAMPANG, Gertak.id — Kegiatan “Syukur dan Doa Serentak untuk Syaikhona Mohammad Kholil” yang digagas Laskar Hubbul Wathon (LHW) di Kecamatan Omben Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur pada Selasa (25/11/2025) berlangsung sukses.

Istighosah yang digelar serentak di 14 kantor kecamatan ini diikuti kurang lebih 2.000 peserta dari unsur santri, masyarakat umum, pengasuh pesantren, hingga kader lintas organisasi kemasyarakatan. “Kami targetkan 100 peserta di tiap kecamatan, dan berdasarkan laporan, Alhamdulillah target ini terpenuhi. Bahkan ada yang lebih, jika ditotal sekitar 2.000 peserta," ungkap Hasan Basri, Ketua Laskar Hubbul Wathon Sampang.

Kemudian, Hasan Basri atau yang akrab disapa Gus Ibas ini menyampaikan apresiasinya atas antusiasme warga Sampang yang hadir di semua titik pelaksanaan. “Partisipasi masyarakat luar biasa. Ini menunjukkan betapa kuatnya kecintaan masyarakat Sampang kepada Syaikhona Kholil dan nilai-nilai Ahlussunnah Wal Jamaah,” ujarnya.

Kegiatan istighosah tidak hanya dihadiri warga, tetapi juga melibatkan hampir seluruh camat di Kabupaten Sampang. Sejumlah unsur Forum Pimpinan Kecamatan (Forpimcam) juga turut hadir, antara lain Kapolsek dan Danramil di tiap kecamatan. Mereka mengikuti rangkaian doa hingga selesai. “Kehadiran para pimpinan ini sebagai bentuk dukungan moral terhadap upaya menjaga tradisi keagamaan pesantren," tegas gus Ibas.

Gus Ibas menjelaskan, bahwa rangkaian istighosah diawali pembacaan tahlil, dan dilanjutkan doa bersama, serta pembacaan wirid “Ya Jabbar Ya Qahhar” yang menjadi simbol pesan spiritual Syaikhona Mohammad Kholil kepada para muridnya. Suasana khidmat tampak di berbagai lokasi, dengan peserta berpakaian serba putih sesuai ketentuan panitia.

Gus Ibas menilai keberhasilan pelaksanaan doa serentak ini menjadi sinyal positif bagi upaya pelestarian tradisi ulama Madura. “Ini bukan sekadar acara ritual, tetapi gerakan kolektif untuk meneguhkan kembali identitas keagamaan tradisional, Meneguhkan Jalan Ahlus sunnah Wal Jamaah sebagai wasiat keagamaan mbah Kholil, kami berharap semangat ini terus berlanjut,” harapnya.

Ia memastikan bahwa seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar tanpa kendala berarti. "Semuanya berjalan lancar tanpa kendala berarti, InsyaAllah akan kami jadikan agenda rutin tiap tahunnya," pungkas gus Ibas. (Moch)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X