Perumdam Tirta Darma Ayu Diterpa Isu Penyelewengan Usai Data Perusahaan Bocor, Oknum Karyawan Dicari

Photo Author
Selamet Riyadi, Gertakberita.com
- Rabu, 19 November 2025 | 11:25 WIB

Ungkapberita.com | Indramayu - Perumdam Tirta Darma Ayu Kabupaten Indramayu tengah menjadi sorotan setelah muncul dugaan kebocoran data transaksi perusahaan yang diduga melibatkan oknum karyawan internal. Isu tersebut memicu kegaduhan publik, bahkan menyeret munculnya tudingan penyelewengan dana oleh perusahaan air minum milik Pemkab Indramayu itu.

Direktur Utama Perumdam Tirta Darma Ayu, Nurpan, angkat bicara. Ia menegaskan telah menginstruksikan Satuan Pengawas Internal (SPI) untuk mengusut tuntas dugaan kebocoran tersebut.

“Saya melihat ini ada kebocoran data yang diduga dilakukan karyawan saya. Saya pun meminta Satuan Pengawas Internal untuk melakukan investigasi, mencari sampai ketemu,” kata Nurpan dalam konferensi pers, Selasa (18/11/2025).

Menurut Nurpan, bocornya data internal merusak citra perusahaan dan memicu keresahan masyarakat. Ia memastikan, bila pelaku terbukti bersalah, sanksi tegas menanti.

“Kalau terbukti, sanksinya bisa sampai pemecatan,” tegasnya.

Salah satu isu yang berkembang adalah tudingan adanya transaksi senilai Rp 2 miliar dari Perumdam Tirta Darma Ayu kepada perusahaan yang disebut sudah tidak beroperasi.

Nurpan membantah keras informasi tersebut.

“Isu itu tidak benar. Ada bukti cek transaksi yang dikeluarkan perusahaan tersebut dengan nominal dan tanggal yang sama. Kalau perusahaan itu mati, mana mungkin bisa mengeluarkan cek,” ujarnya.

Ia menjelaskan, transaksi Rp 2 miliar itu merupakan pembayaran tunggakan terkait infrastruktur dan tagihan air curah yang dipasok dari perusahaan di wilayah Kabupaten Kuningan.

Nurpan menambahkan, Perumdam Tirta Darma Ayu memiliki investasi besar di wilayah Kuningan untuk mendukung suplai air ke Indramayu. Karena itu, pemenuhan kewajiban pembayaran menjadi hal yang harus diprioritaskan.

“Investasi kami di sana (Kuningan) besar sekali. Kami menyiasati bahwa kewajiban-kewajiban dari Kuningan ini harus menjadi prioritas,” katanya.

Pemenuhan kewajiban tersebut juga menjadi strategi perusahaan untuk memperoleh tambahan kuota suplai air dari Kuningan di masa mendatang.

Di akhir keterangannya, Nurpan bersama jajaran direksi menyampaikan permintaan maaf atas kegaduhan yang terjadi serta mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya pada informasi yang belum terverifikasi.

“Kami meminta maaf dan sekali lagi kami tegaskan bahwa isu tersebut tidak benar. Kami meminta masyarakat untuk tidak memercayai isu yang tidak benar itu,” ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Rekomendasi

Terkini

X