Update Longsor Cilacap: Dua Jenazah Ditemukan, Pemda Siapkan Lahan 3,5 Hektare untuk Hunian Sementara

Photo Author
Yuliarto Mugi Widodo, Gertakberita.com
- Senin, 17 November 2025 | 10:13 WIB
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tinjau lokasi longsor Cilacap dan instruksikan lahan untuk relokasi. (jatengprov.go.id)
Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, tinjau lokasi longsor Cilacap dan instruksikan lahan untuk relokasi. (jatengprov.go.id)

Gertak.id – Upaya pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap masih terus berjalan. Operasi yang memasuki hari ke-4 ini dilakukan bersamaan dengan persiapan relokasi dan pemenuhan kebutuhan dasar bagi warga yang terdampak bencana.

Selain melibatkan tim SAR gabungan, pemerintah juga mulai menyusun strategi jangka menengah dan panjang untuk pemulihan kondisi sosial masyarakat.

Pemda Sediakan Lahan 3,5 Hektare untuk Relokasi Warga

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah bersama Pemkab Cilacap dan BNPB telah menyepakati langkah relokasi sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal maupun tinggal di zona rawan longsor susulan.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan bahwa lahan seluas 3,5 hektare di wilayah Majenang telah disiapkan sebagai lokasi pembangunan hunian sementara (huntara).

“Kami sudah koordinasi dengan Bupati Cilacap untuk menyiapkan lahan 3,5 hektare di Majenang. Rumah akan dibangun di lokasi yang lebih aman karena masih ada retakan tanah,” ujarnya saat meninjau lokasi longsor, Minggu (16/11/2025).

Kebutuhan Dasar Warga Terdampak Dipastikan Tercukupi

Pemerintah memastikan tersedianya makanan, air bersih, layanan kesehatan, hingga keberlanjutan pendidikan bagi anak-anak yang tinggal di lokasi darurat.

Luthfi menambahkan bahwa layanan trauma healing juga telah diaktifkan guna mendampingi warga, terutama anak-anak yang mengalami tekanan psikologis pascabencana.

Di area posko, dapur umum serta pos kesehatan telah berdiri untuk mendukung kebutuhan warga dan tim penyelamat yang bertugas.

BNPB Siapkan Hunian Sementara, Dilanjutkan Hunian Tetap

Kepala Pelaksana Harian BPBD Jawa Tengah, Bergas Catursasi Penanggungan, menjelaskan bahwa pembangunan hunian sementara merupakan hasil kolaborasi antara pemda dengan BNPB.

“Pemda menyiapkan lahannya, sementara BNPB membangun hunian sementaranya. Huntara dapat ditempati hingga dua tahun. Setelah itu, Pemkab Cilacap dapat mengajukan pembangunan hunian tetap,” papar Bergas, Sabtu (15/11/2025).

Huntara tersebut dirancang sebagai rumah tumbuh yang layak huni dan memenuhi standar kemanusiaan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: Yuliarto Mugi Widodo

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X