Hari Ketiga Operasi Longsor Cibeunying : 7 Jenazah Ditemukan, Total Korban Meninggal Jadi 11 Orang

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Minggu, 16 November 2025 | 05:08 WIB
Hari Ketiga Operasi Gabungan Longsor Cibeunying temukan 7 Jenazah, Total Korban Meninggal Jadi 11 Orang./Dok.BNPB
Hari Ketiga Operasi Gabungan Longsor Cibeunying temukan 7 Jenazah, Total Korban Meninggal Jadi 11 Orang./Dok.BNPB

Cilacap, Gertak.id - Tim SAR gabungan kembali menemukan tujuh jenazah hingga Sabtu (15/11) pukul 18.00 WIB dalam operasi pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Selain itu, petugas juga menemukan dua potongan tubuh yang kemudian teridentifikasi sebagai milik satu korban. 

Dengan penemuan ini, total korban meninggal dunia meningkat menjadi sebelas jiwa. Adapun rinciannya, dua korban ditemukan pada hari pertama, satu korban pada hari kedua, dan delapan korban pada hari ketiga. Sementara itu, jumlah warga yang masih dilaporkan hilang tersisa 12 orang.

Operasi SAR hari ketiga dimulai sejak pukul 07.30 WIB setelah tim melaksanakan briefing pagi. Sesudah itu, seluruh personel yang terdiri dari Basarnas, BPBD, TNI, Polri, dan relawan langsung bergerak menyisir area terdampak longsor di tiga dusun, yakni Cibeunying, Cibuyut, dan Tarukahan.

Pencarian dilakukan dengan membagi lima sektor kerja agar koordinasi lebih efektif serta mempercepat pencarian warga yang hilang setelah longsor pada Kamis (13/11) malam.

Untuk memperkuat upaya pencarian, sebanyak 520 personel dikerahkan hari ini. Sejalan dengan rencana operasi yang disusun pada Jumat (14/11) malam, tambahan alat berat juga dihadirkan sejak pagi. Tujuh unit eskavator mulai menggali titik-titik prioritas yang diduga terdapat korban tertimbun, sehingga proses pencarian bisa berlangsung lebih cepat dan terarah.

Deputi Bidang Penanganan Darurat BNPB, Mayjen TNI Budi Irawan, turut meninjau lokasi terdampak pada Sabtu pagi. Setelah melihat langsung kondisi lapangan yang dipenuhi material longsor, ia meminta agar penambahan alat berat segera dilakukan guna mendukung percepatan pencarian.

“Melihat lokasi terdampak longsor yang sangat luas ini, jika semalam saya sampaikan delapan eskavator harus turun, pagi ini saya minta ditambah lagi empat unit. Sehingga total alat berat yang dibutuhkan sebanyak 12 unit,” kata Budi saat meninjau lokasi terdampak di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.

 

Budi menjelaskan bahwa permintaan penambahan alat berat itu didasarkan pada ketebalan material longsor yang mencapai 2 hingga 8 meter, sehingga pencarian tidak dapat dilakukan optimal apabila hanya mengandalkan peralatan sederhana. 

Selain itu, ia menegaskan bahwa percepatan operasi SAR dapat digelar selama 24 jam apabila kondisi memungkinkan.

“Sumber daya manusianya bisa bergiliran, namun alat berat harus aktif 24 jam,”tambah Budi.

Di samping itu, operasi hari ini juga diperkuat dengan kehadiran 19 anjing pelacak dari Kantor SAR Semarang, Polda Jateng, dan sejumlah Polres di Jawa Tengah. 

Mayoritas anjing tersebut merupakan ras Belgian Malinois dan German Shepherd yang memiliki spesifikasi SAR cardaver. Salah satu anjing pelacak, Buddy dari Polres Temanggung, menemukan empat titik yang diduga lokasi korban tertimbun. Buddy bekerja bersama Jack D, anjing K9 dari Polres Cilacap.

Selain kesiapan personel dan peralatan, faktor cuaca turut menjadi tantangan utama dalam operasi pencarian. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Halaman:

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X