Surakarta, Gertak.id - Upaya menjaga keharmonisan internal dan marwah adat Keraton Surakarta Hadiningrat terus dilakukan sebagai bagian dari pelestarian budaya dan tradisi Trah Mataram Surakarta. Langkah ini telah menjadi perhatian sejak 2004 dan terus berlanjut dalam berbagai momentum penting, termasuk pada 2017, 2022, 2024, hingga menjelang tahun 2026.
Seno Adjie, kerabat Jakarta Keraton Surakarta yang selama ini dikenal sebagai pihak penengah dalam dinamika internal keluarga besar Keraton, menegaskan bahwa dirinya tetap berada di posisi tengah tanpa memihak kubu mana pun.
“Sejak awal, posisi saya selalu di tengah — tidak berpihak pada salah satu kubu. Hal ini diketahui dan disaksikan langsung oleh para pihak di lingkungan Keraton Surakarta,” ujarnya, Selasa (4/11/2025).
Kedatangannya kali ini ke Keraton Surakarta, kata Seno, bertujuan memberikan masukan menjelang prosesi pemakaman yang akan digelar besok. Ia mengimbau seluruh pihak menjaga suasana tetap kondusif demi menghormati prosesi tersebut.
“Saya mengingatkan agar selama masa sebelum 40 hari, tidak ada pernyataan publik yang dapat menimbulkan situasi yang tidak harmonis,” katanya.
Menurutnya, fokus utama keluarga besar Keraton saat ini adalah memastikan prosesi pemakaman berjalan tertib, lancar, dan penuh penghormatan. Seno juga berharap momentum ini menjadi bukti nyata bahwa Keraton Surakarta tetap menjadi tonggak budaya dan adat Jawa, khususnya Trah Mataram Surakarta, yang senantiasa menjaga tatanan adat-istiadat dengan kewibawaan.
Selain itu, ia menegaskan pentingnya agar pihak luar tidak mencampuri urusan internal keluarga besar Keraton Surakarta.
“Dengan hormat saya sampaikan agar aparat pemerintahan maupun pihak luar tidak turut mencampuri urusan internal keluarga besar Keraton. Ini adalah ranah keluarga yang sedang diupayakan untuk dikomunikasikan dan diselaraskan secara baik, arif, dan bermartabat,” tutur Seno.
Ia berharap momentum ini dapat menjadi titik awal bagi kebangkitan kembali marwah dan kejayaan Keraton Surakarta di era PB XIV, sehingga Keraton dapat kembali berperan sebagai pusat adat, budaya, dan peradaban Jawa yang sejati.
---
Catatan Penulis :
Tulisan ini disampaikan oleh :
Seno Adjie - Kerabat Jakarta Keraton Surakarta
Artikel Terkait
700 Pemudik Tujuan Solo Jogjakarta Resmi di Lepas Oleh Kadishub Kabupaten Bandung
Dua Pelaku Copet di Acara Haul Habib Ali bin Muhammad Al Habsyi Berhasil Diamankan Polresta Surakarta