PT BSI Hentikan Aktivitas Pengeboran di Gunung Tumpangpitu Usai Warga Gelar Aksi Tolak Tambang

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Senin, 3 November 2025 | 17:27 WIB
Perwakilan PT BSI menemui warga di area Petak 67 Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi, setelah aksi penolakan tambang emas memuncak. Aktivitas pengeboran kini dihentikan. (Foto: Istimewa)
Perwakilan PT BSI menemui warga di area Petak 67 Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi, setelah aksi penolakan tambang emas memuncak. Aktivitas pengeboran kini dihentikan. (Foto: Istimewa)

Banyuwangi, Gertak.id - PT Bumi Suksesindo (PT BSI) akhirnya menghentikan sementara aktivitas penambangan emas di Petak 67 Gunung Tumpangpitu, Banyuwangi, Jawa Timur. Keputusan ini diambil setelah gelombang unjuk rasa warga menolak kegiatan pengeboran di area tambang rakyat tersebut.

Supervisor Aset Protection PT BSI, Budiono, menyampaikan bahwa seluruh kegiatan di lokasi dihentikan dan peralatan tambang akan segera ditarik dari area yang diprotes warga.

“Kegiatan sudah dihentikan. Tim kami akan kami tarik. Kami mohon kepada bapak-bapak untuk tidak mengganggu peralatan,” ujar Budiono kepada massa aksi, Senin (3/11/2025).

Budiono menambahkan, perusahaan akan melakukan langkah koordinasi lanjutan dengan perwakilan masyarakat guna mencari solusi bersama.

“Kami akan melakukan koordinasi lebih lanjut melalui Pak Suko dan Pak Katoyo dengan manajemen kami,” imbuhnya.

Pernyataan Budiono tersebut diterima oleh warga yang tergabung dalam kelompok pertambangan rakyat di Petak 67, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran.

Sebelumnya, ratusan warga menggelar aksi protes di Dusun Ringinsari, Desa/Kecamatan Pesanggaran. Mereka memblokade akses menuju lokasi pengeboran untuk menghentikan aktivitas PT BSI yang dinilai mengganggu wilayah tambang rakyat.

Perwakilan warga, Tri Tresno Sukowono (52), menegaskan bahwa masyarakat menolak keberadaan PT BSI di area tersebut dan meminta perusahaan segera angkat kaki.

"Ada lebih dari 500 orang yang menolak aktivitas pengeboran PT BSI di tambang rakyat. Jika perusahaan tetap memaksakan diri, jangan salahkan warga bila aksi berikutnya akan lebih besar,” tegas Tri Tresno.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X