Pembangunan Huntap Korban Banjir Bandang Lebakgedong kembali ditunda, Begini Penjelasan BPBD Lebak

Photo Author
Atippudin, Gertakberita.com
- Minggu, 2 November 2025 | 16:16 WIB
Huntap Korban Banjir Bandang Lebakgedong. (Foto:Tribune)
Huntap Korban Banjir Bandang Lebakgedong. (Foto:Tribune)

 

Lebak, Gertak.id - Harapan ratusan korban banjir bandang dan longsor di Kecamatan Lebakgedong Kabupaten Lebak untuk segera menempati hunian tetap (Huntap) kembali pupus.

Rencana pembangunan yang semula dijadwalkan dimulai pada September 2025, kembali tertunda tanpa kepastian akibat adanya perubahan kebijakan di tingkat Pemerintah Pusat.

Sudah lima tahun berlalu sejak bencana terjadi. Sebanyak 221 kepala keluarga masih bertahan di hunian sementara (Huntara) yang berdinding bilik bambu dan beratap terpal, dengan lantai tanah merah. Mereka hidup dalam keterbatasan sambil menunggu janji relokasi yang belum terealisasi.

Pada September lalu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak sempat menyampaikan kabar gembira bahwa Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) akan segera membangun Huntap bagi para penyintas bencana 2020 tersebut. Namun, rencana itu kembali mundur.

“Kita tegaskan bukan batal, hanya diundur. Pembangunan tetap dilaksanakan, tapi bukan tahun ini, kemungkinan diprediksi tahun 2026 mendatang,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Lebak, Febby Rizki Pratama, Kamis (30/10/2025).

Febby menjelaskan, penundaan pembangunan disebabkan adanya perubahan kebijakan di tingkat pusat. Tanggung jawab yang semula berada di BNPB kini dialihkan ke Kementerian Perumahan.

“Awalnya BNPB yang akan membangun. Tapi pada rapat kedua, Pemkab Lebak tidak dilibatkan. Tiba-tiba saja proyek dialihkan ke Kementerian Perumahan. Karena berubah, maka desain rumah, anggaran, dan mekanisme semua harus dirumuskan ulang,” jelasnya.

Ia memastikan kesiapan lahan untuk pembangunan Huntap tidak menjadi kendala. Seluruh lahan, akses jalan, dan fasilitas umum telah disiapkan oleh Pemerintah Provinsi Banten.

“Pembangunan Huntap nanti sepenuhnya tanggung jawab Pemerintah Pusat. Kami di daerah hanya menerima kunci,” kata Febby.

Febby juga meminta masyarakat tetap bersabar menghadapi penundaan ini.

"Kami mohon maaf atas keterlambatan informasi. Kami harap masyarakat tetap bersabar,” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, sempat menyampaikan kabar baik saat meninjau lokasi Huntara di Desa Banjarsari, Lebakgedong. Ia menjanjikan pembangunan Huntap akan dimulai pertengahan September 2025. Namun, janji tersebut belum terealisasi.

Kini, lima tahun setelah bencana besar yang melanda wilayah itu, warga Lebakgedong masih harus bertahan di bawah atap darurat, menanti kepastian yang tak kunjung datang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: M Faiz Afianda

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X