Kades Citorek Barat : Pemuda Harus Jadi Penjaga Nilai dan Penggerak Kemajuan Desa

Photo Author
Atippudin - BiroLebak, Gertakberita.com
- Senin, 27 Oktober 2025 | 10:53 WIB

Lebak, Gertak.id - Dalam momentum Hari Sumpah Pemuda ke-97, H. Karjaya, Kepala Desa Citorek Barat, Kecamatan Cibeber, Kabupaten Lebak, menyerukan agar generasi muda tetap memegang teguh nilai-nilai persatuan dan tanggung jawab sosial di tengah perubahan zaman yang cepat.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda yang digaungkan pada 28 Oktober 1928 tetap relevan hingga kini, terutama bagi pemuda desa yang menjadi ujung tombak pembangunan daerah.

“Sumpah Pemuda mengajarkan kita bahwa bangsa ini besar karena persatuan dan tekad anak muda. Pemuda Citorek harus menjaga nilai itu dengan semangat kerja nyata, kolaborasi, dan kepedulian terhadap desa,” ujar H. Karjaya, Senin (27/10/2025).

Ia menegaskan, Pemerintah Desa Citorek Barat akan terus memberi ruang bagi pemuda untuk berkembang melalui kegiatan sosial, ekonomi kreatif, dan pelestarian budaya lokal.

"Kami ingin pemuda tidak kehilangan jati dirinya. Di Citorek, kita punya budaya yang luhur dan alam yang indah. Kalau anak mudanya peduli, potensi itu bisa menjadi kekuatan besar bagi kemajuan desa,” katanya.

Selain itu, H. Karjaya juga mengajak generasi muda untuk tidak hanya fokus pada dunia digital, tetapi juga membangun kepedulian terhadap lingkungan dan masyarakat sekitar.

"Teknologi itu penting, tapi jangan lupa akar budaya dan rasa kebersamaan. Pemuda harus mampu memanfaatkan teknologi untuk mempromosikan kebaikan dan potensi desanya,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Komunitas Amprak Citorek, Fauzi Nurkholiq, menyampaikan bahwa pihaknya siap berkolaborasi dengan pemerintah desa se-wewengkon Citorek dalam berbagai kegiatan kepemudaan dan kebudayaan.

“Kami sepakat dengan pesan Pak Kades. Pemuda harus jadi pelaku, bukan penonton. Komunitas Amprak Citorek selama ini aktif di bidang sosial, seni, dan lingkungan — karena kami ingin Citorek dikenal bukan hanya karena wisata, tapi juga karena semangat gotong royongnya,” ujar Fauzi.

Fauzi menambahkan, momen Sumpah Pemuda menjadi refleksi bahwa perjuangan masa kini adalah menjaga identitas lokal di tengah arus globalisasi.

“Kami ingin membuktikan bahwa anak muda desa juga bisa kreatif, produktif, dan tetap bangga pada akar budaya sendiri,”tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin - BiroLebak

Tags

Rekomendasi

Terkini

X