Pameran Turats Ulama Pekalongan Tampilkan 100 Karya dan Manuskrip Langka*

Photo Author
Administrator, Gertakberita.com
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:30 WIB

Gertak.Id | Kota Pekalongan – Dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025, Lembaga Seni Budaya Muslimin Indonesia (Lesbumi) Batik PCNU Kota Pekalongan menyelenggarakan Pameran Turats Ulama Pekalongan di Gedung Aswaja, mulai Rabu hingga Jumat, 22–24 Oktober 2025. Kegiatan ini menghadirkan sekitar 100 kitab karya ulama Pekalongan dan sekitarnya, disertai koleksi manuskrip klasik, foto ulama terdahulu, serta karya seni kaligrafi santri.

Ketua Lesbumi Batik PCNU Kota Pekalongan sekaligus penanggung jawab kegiatan, H. Najibul Mahbub, menjelaskan bahwa pameran tersebut menjadi salah satu agenda utama peringatan HSN. Menurutnya, kegiatan ini bertujuan untuk menghidupkan kembali semangat keilmuan Islam klasik serta menumbuhkan apresiasi terhadap karya ulama masa lampau. “Kami ingin masyarakat menyadari bahwa warisan ulama bukan hanya sejarah, tapi juga sumber ilmu yang tak ternilai,” ujar Mahbub.

Selain menampilkan kitab dan manuskrip, pameran ini turut menggandeng sejumlah komunitas dan seniman lokal, seperti komunitas Rifaiyah, pelukis nasional Kang Sholeh, serta komunitas Tosan Aji yang memamerkan benda-benda pusaka dan artefak bersejarah. Kehadiran mereka menambah kekayaan visual dan nilai budaya pameran, menjadikannya ruang pertemuan antara tradisi intelektual dan seni lokal Pekalongan.

Mahbub menambahkan, Pameran Turats tidak hanya dimaksudkan sebagai ajang apresiasi budaya, tetapi juga wadah edukatif bagi santri dan masyarakat untuk mengenal lebih dekat tradisi keilmuan Islam Nusantara. Ia mengingatkan agar masyarakat tidak memandang remeh naskah atau tulisan lama yang tampak usang, karena bisa jadi itu merupakan sumber ilmu warisan para ulama. “Tumpukan kertas lusuh bisa jadi menyimpan ilmu berharga yang perlu dilestarikan,” tuturnya.

Pameran yang terbuka untuk umum dan gratis ini menampilkan sejumlah koleksi langka, termasuk foto klasik K.H. Syafi’i, dokumentasi Masjid Pringlangu dan Masjid Kauman, hingga Al-Qur’an tulisan tangan yang menjadi salah satu artefak tertua di Pekalongan. Melalui kegiatan ini, Lesbumi berharap dapat menumbuhkan kesadaran generasi muda untuk menjaga warisan intelektual ulama dan menjadikannya pijakan dalam membangun peradaban Islam yang berkelanjutan. (mflh)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X