Santri Didorong Jaga Aswaja dan Siapkan Generasi Emas 2045 di HSN 2025

Photo Author
Administrator, Gertakberita.com
- Minggu, 26 Oktober 2025 | 11:28 WIB

Gertak.Id | Kota Pekalongan – Ribuan santri dari berbagai pondok pesantren, lembaga pendidikan, serta jajaran Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Pekalongan memadati Halaman Gedung Aswaja, Selasa (22/10/2025). Mereka berkumpul dalam rangka memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025 yang mengusung tema “Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia.” Peringatan ini menjadi momentum bagi santri untuk memperkuat jati diri, menjaga ajaran Ahlussunnah Waljamaah (Aswaja), sekaligus menyiapkan diri menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.

Ketua Tanfidziyah PCNU Kota Pekalongan, H. Moch Machrus Abdullah, menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar peringatan tahunan, melainkan pengingat akan peran historis dan tanggung jawab santri terhadap masa depan bangsa. “Peringatan ini harus menjadi penguat komitmen kita dalam menjaga Aswaja dan meneladani perjuangan para masyayikh serta pendiri bangsa. Santri harus siap menghadapi tantangan zaman yang semakin kompleks, terutama di era digital,” ujarnya dalam sambutan apel HSN.

Machrus juga menekankan pentingnya santri untuk adaptif terhadap kemajuan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman. Menurutnya, santri masa kini harus memiliki literasi digital, kreativitas, dan daya saing global yang berlandaskan akhlak karimah. “Santri tidak cukup hanya pandai mengaji, tapi juga harus cakap teknologi, tanggap sosial, dan mampu menjadi pelopor kemajuan bangsa,” tambahnya.

Sementara itu, Rais Syuriyah PCNU Kota Pekalongan, K.H. Hasan Su’aidi, mengapresiasi seluruh pihak yang turut menyukseskan rangkaian kegiatan HSN 2025 yang berlangsung sejak 17 Oktober. Beragam agenda digelar, mulai dari workshop, halaqah, gerakan sejuta sholawat, hingga apel akbar dan pameran pesantren. Kegiatan tersebut ditutup dengan Pentas Seni HSN dan Konsolidasi Jam’iyah, menampilkan kreativitas serta potensi santri Kota Pekalongan.

Kiai Hasan menegaskan, semangat Hari Santri harus menjadi penggerak untuk memperkuat komitmen menjaga Islam rahmatan lil ‘alamin dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). “Santri bukan hanya pewaris perjuangan para ulama, tapi juga pelanjut peradaban bangsa. Dari Pekalongan, kita berharap lahir santri-santri yang moderat, cinta tanah air, dan siap membawa Indonesia menuju generasi emas 2045,” pungkasnya. (mflh)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Administrator

Rekomendasi

Terkini

X