SAMPANG, Gertak.id - Insiden pembacokan petugas SPBU 54.692.06. korban Hairudin (29) warga asal desa Banjar Talelah mengalami luka bacok di kepala, leher, pundak sebelah kiri, pundak sebelah kanan, tangan sebelah kiri dan perut. Kejadian diarea pom bensin pada pukul 01.00 wib dini hari Senin (20/10/2025).
Pasalnya pelaku tiga orang diantaranya berinisial M dan kawan-kawan, dugaan kuat pelaku menggunakan senpi dan celurit untuk melukai korban dengan cara di keroyok. Korban mendapat perawatan intensif dan kondisi saat ini korban tidak sadarkan diri atau koma di RSMZ Sampang.
Kronologi kejadian, Pada hari Senin dini hari M berserta keluarganya menggunakan R4 jenis Avanza warna Putih (nopol dalam Lid) tiba di SPBU 54.692.06 untuk mengisi BBM jenis Pertalite dan di layani oleh Hairudin (Operator Pengisian). M berserta keluarganya menunjukan barcode pengisian BBM namun barcode nya tidak terverifikasi.
Lantas Hairudin (Operator Pengisian) menyampaikan kalau barcode tidak terverifikasi dan tidak bisa melakukan pengisian BBM (Pertalite) dan terjadilah adu mulut/cek cok. Selanjutnya M menghubungi dua orang rekan nya untuk datang ke SPBU 54.692.06 Camplong.
Sekitar 10 menit kemudian 2 (dua) orang rekan M menggunakan R4 (Jenis Mitsubisi Ras) tiba di SPBU 54.692.06 Camplong dengan seketika langsung mengeluarkan Sajam (Jenis Celurit dan Senpi) kemudian membacok Hairudin (Korban) ± 4 s.d 5 kali sabetan sajam (Jenis Celurit) dan dua kali tembakan alhasil tembakan tersebut tidak mengenai tubuh korban, sabetan celuritnya mengenai Kepala, Leher dan Pundak kiri, Pundak kanan, serta tangan kiri dan perut, namun Hairudin (korban) posisi masih berdiri. Di TKP ditemukan selongsong peluru.
Setelah itu M dan dua orang rekan nya langsung naik ke R4 masing masing untuk melarikan diri ke arah timur SPBU. Teman korban Ahmad dan Pardi membawa korban ke Puskesmas Camplong menggunakan R2 jenis Beat. Sekitar pukul 01.20 wib dini hari Setibanya di puskesmas Camplong korban langsung di Evakuasi ke RSMZ Sampang. (Moch)