Siapkan 4 Miliar, 200 RTLH Warga Lebak Akan Dibedah Pemkab Tahun 2026

Photo Author
Atippudin - BiroLebak, Gertakberita.com
- Senin, 20 Oktober 2025 | 08:54 WIB

Lebak, Gertak.id - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak berencana menangani sebanyak 200 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) pada tahun anggaran 2026, dengan total anggaran mencapai 4 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Lebak.

Setiap rumah akan menerima bantuan perbaikan sebesar 20 juta per unit.

Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (DPKPP) Lebak, Lingga Segara, menyebutkan bahwa peningkatan jumlah penerima manfaat ini merupakan bagian dari komitmen Pemkab dalam memperbaiki kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah.

“Ya, rencananya tahun 2026 ada 200 unit RTLH yang akan ditangani,” kata Lingga, Minggu (19/10/2025).

Menurut Lingga, jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang hanya menargetkan 50 unit RTLH dengan total anggaran 1 miliar.

“Program penanganan RTLH menjadi strategi Pemkab Lebak untuk meningkatkan taraf hidup warga. Meskipun anggaran terbatas, kami tetap mengalokasikan dana khusus untuk program ini,” ujarnya.

Lingga menambahkan, sejauh ini terdapat sekitar 42 ribu unit rumah tidak layak huni di Lebak, sehingga peningkatan alokasi anggaran menjadi langkah penting untuk mempercepat penanganan.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor agar program ini berjalan lebih optimal.

Pengentasan RTLH membutuhkan dukungan pemerintah pusat, provinsi, dan pihak swasta. Kami yakin perusahaan-perusahaan di Lebak dan Banten siap berkontribusi,” jelasnya.

Lingga menegaskan bahwa pemerintah tidak ingin ada warga yang masih tinggal di rumah nyaris roboh atau tidak layak huni. Tahun ini, sebanyak 50 unit RTLH telah selesai dibangun dengan anggaran 1 miliar.

"Alhamdulillah, seluruh program bantuan bedah rumah tahun ini sudah rampung dan diserahkan kepada penerima manfaat,” pungkasnya.

Sejumlah warga menyambut baik rencana peningkatan jumlah rumah yang akan dibedah pada tahun 2026 tersebut. Mereka menilai program RTLH sangat membantu masyarakat berpenghasilan rendah yang selama ini kesulitan memperbaiki rumahnya.

Rohmah (47),warga Kecamatan Malingping, mengaku gembira mendengar rencana itu.

Kalau benar tahun depan makin banyak yang dibantu, tentu masyarakat sangat terbantu. Banyak rumah di kampung-kampung wilayah Lebak yang sudah rusak tapi belum tersentuh program,”ujarnya.

Hal senada juga disampaikan Udin (52), warga Lebak. Ia berharap proses pendataan dilakukan secara adil dan tepat sasaran.

“Yang penting jangan tebang pilih. Banyak warga kecil yang benar-benar butuh bantuan ini. Semoga Pemkab terus melanjutkan program seperti ini setiap tahun,”katanya.

Sementara itu, warga Lebak lainnya, menilai program RTLH sebagai bentuk nyata kepedulian Pemerintah terhadap rakyat kecil.

“Program ini sangat kami apresiasi. Semoga semakin banyak rumah warga yang bisa diperbaiki, karena masih banyak yang kondisinya memprihatinkan,”tuturnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Atippudin - BiroLebak

Rekomendasi

Terkini

X